x

PP Pelti Berharap FIKS Tennis Open 2022 Lahirkan Yayuk Basuki Baru

Minggu, 18 Desember 2022 14:38 WIB
Penulis: Arif Rahman | Editor: Herry Ibrahim
Wakil ketua Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti), Wikan Sakarinto (kedua dari kiri), saat membuka FIKS Tennis Open 2022 The Oldest National Junior Turnament di Bandung.

INDOSPORT.COM - Sekolah Tenis FIKS memperingati hari jadi yang ke-60 tahun, dengan menggelar pertandingan junior berskala nasional yang diikuti oleh 430 peserta putra dan putri dari berbagai daerah di Indonesia.

Peserta yang mengikuti event bertajuk FIKS Tennis Open 2022 The Oldest National Junior Turnament diantaranya berasal dari Lampung, Pekanbaru, Bangka Belitung, Bali, Banjarmasin, Palu, Balikpapan, Palembang, Banjarnegara, Makassar.

Acara turnamen tenis nasional yang didukung oleh Bhatara Batik ini, dibuka langsung oleh wakil ketua Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti), Wikan Sakarinto dan dihadiri oleh Sekjen Hasbullah Tahir di Lapangan Tenis UPI, Kota Bandung, Sabtu (17/12/22).

Selain itu, turut hadir juga Petenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi, yang saat ini menempati peringkat ganda di posisi 46 dunia, bersama beberapa pelatih tenis yang telah melahirkan petenis hebat di Indonesia.

Wakil Ketua PP Pelti, Wikan Sakarinto, mengapresiasi turnamen FIKS Tennis Open 2022 The Oldest National Junior Turnament, pasalnya event tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap pembinaan tenis di Indonesia.

Selain itu, dia juga merasa kagum dengan turnamen tenis ini, pasalnya antusias peserta sangat luar biasa, bahkan pendaftaran ditutup lebih cepat dari tanggal yang ditentukan.

Baca Juga

"Kami mewakili ketua umum PB Pelti, kami mengucapkan apresiasi yang sangat luar biasa pada ibu Meiska dan tim, karena jumlah pendaftar nya itu membludak dan sehingga harus ditutup sebelum masa pendaftaran habis, sekitar 420 lebih," kata Wikan Sakarinto di Lapangan Tenis UPI, Kota Bandung, Sabtu (17/12/22).

Wikan Sakarinto menambahkan, besarnya antusias peserta pada turnamen FIKS Tennis Open 2022 The Oldest National Junior Turnament, menandakan olahraga tenis semakin digemari oleh masyarakat Indonesia.

Baca Juga

"Sehingga ini mengindikasikan animo anak-anak muda untuk bermain tenis itu naik, kedua perhatikan masyarakat terhadap tenis juga meningkatkan secara signifikan, kita punya Aldila Sutjiadi, ada klubnya Yayu Basuki," ungkapnya.

Selain itu, Wikan Sakarinto berharap dari turnamen seperti ini bisa lahir atlet berprestasi baik tingkat nasional maupun internasional seperti Yayuk Basuki. 

"Nah itu satu momentum yang harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk melahirkan Yayu Basuki Yayu Basuki baru, untuk melahirkan juara nasional dan internasional baru mumpung ini resource nya bertambah," ucap Wikan Sakarinto.

Baca Juga

1. Kerja Sama Semua Pihak

Wakil ketua Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti), Wikan Sakarinto (kedua dari kiri), saat membuka FIKS Tennis Open 2022 The Oldest National Junior Turnament di Bandung.

Lebih lanjut Wikan Sakarinto menuturkan, untuk dapat melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional, dibutuhkan kerja sama berbagai pihak. 

"Nah tentunya kita juga gak bisa mengandalkan sumber daya yang baik, tapi pembinaan kolaborasi tata kelola kemudian juga nanti ada peringkat nasional yang sistemnya terus kembangkan, koordinasi antara stakeholder antara PB Pelti dengan Pengprov dengan klub dengan sponsor ini semua harus kita satukan," ujarnya.

"Termasuk artis-artis yang tiba-tiba tenis ini juga meningkat luar biasa, generasi muda semakin banyak yang tertarik tenis dan kebetulan saya dari perguruan tinggi, dari pendidikan kita juga perlu berpikir bagaimana anak-anak ini nanti ketika sudah banyak yang Tenis, kan yang masuk pro gak semuanya, sebagian kan harus masuk ke perguruan tinggi," ungkapnya.

Pihak berencana untuk bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi ternama yang ada di Indonesia, dalam pengembangan olahraga tenis di tanah air.

Baca Juga

"Nanti menerima mereka sebagai mahasiswa tentunya dengan standar yang mereka tentukan, tapi nanti setelah diterima yu kita kerja sama sehingga nanti atlet ini sejak muda fokus tertarik ketika 18 tahun ke atas ada yang ke pro ada yang jadi mahasiswa tapi tetap tanding, sehingga ini akan jadi ekosistem pertenisan yang sangat kondusif bagi Indonesia ke depan Insya Allah," jelasnya.

Meiska H. Wiguna, selaku Ketua FIKS menuturkan, dari FIKS Tennis Open 2022 The Oldest National Junior Turnament ini diharapkan muncul atlet potensial dan berprestasi.

Baca Juga

"Menghasilkan atlet tenis terbaik merupakan salah satu tujuan mulia dari Sekolah Tenis FIKS, dan tahun ini 430 peserta siap bertanding dengan performa terbaiknya di Bandung," ujar Meiska H. Wiguna.

Dalam acara ini, Meiska H. Wiguna juga akan memberikan penghargaan kepada 10 pelatih tenis yang telah melahirkan petenis hebat di Indonesia, seperti Deddy Tedjamukti, pelatih dari Angelique Widjaja yang berhasil menjuarai kategori single di Wimbledon Junior 2001, dan Ryan Tanujoyo yang berhasil membawa Priska Nugroho menjadi juara Grand Slam Australian Open Junior Double tahun 2020.

Baca Juga
PeltiYayuk BasukiAldila SutjiadiTenisPP PeltiBerita Tenis

Berita Terkini