Dua belas tahun yang lalu Marc Wilmots yang saat itu masih menjadi pemain, harus pulang setelah takluk oleh Brasil di babak 16 besar.
Wilmots juga mencetak tiga gol selama gelaran yang berlangsung di Korea-Jepang itu. Menjadi sebuah kebetulan saat itu Wilmots berhasil mencetak satu gol saat Belgia singkirkan Rusia di babak penyisihan Grup H.
Kini pelatih berusia 45 tahun kembali menghadapi tim yang dulu pernah ia kalahkan. Namun tentu saja keadaan sudah jauh berubah sejak Wilmots gantung sepatu di tahun 2003.
"Kami telah mempersiapkan tim ini sebaik dan sesiap mungkin untuk menuliskan sejarah baru pada Piala Dunia kali ini. Dua belas tahun yang lalu kami menghadapi Rusia yang tak bisa disamakan kondisinya dengan saat ini. Target kami memetik satu kemenangan lagi untuk lolos ke babak selanjutnya," kata Wilmots.
Rusia yang tak lolos di dua Piala Dunia terakhir, terus memperbaiki persepakbolaan mereka dengan menyewa pelatih-pelatih kelas dunia seperti Guss Hiddink, Dick Advocaat dan Fabio Capello.
Hasilnya tim Beruang Merah digdaya di babak kualifikasi Piala Dunia dengan mengumpulkan 22 poin hasil dari tujuh kemenangan, satu hasil imbang dan dua kekalahan. Rusia juga yang membuat Portugal harus tampil habis-habisan melawan Swedia untuk bisa lolos ke Brasil.
Namun pertarungan kualifikasi lolos ke Piala Dunia dan penyisihan grup untuk lolos ke babak 16 besar jelas memerlukan mental yang berbeda. Rusia hampir tak percaya ketika mereka hanya bermain imbang dengan Korea Selatan.
Andaikan Rusia bisa memetik hasil positif di perhelatan tahun ini, maka akan menjadi modal yang bagus untuk mereka yang akan menjadi tuan rumah di Piala Dunia empat tahun yang akan datang. Baik Belgia dan Rusia akan mengawali langkah besar mereka di laga ini.