Neymar dalam penderitaan usai terlibat benturan dengan Juan Camilo Zuniga dalam duel Brasil versus Kolombia di perempatfinal, 4 Juli 2014. Usai benturan, Neymar harus ditandu keluar dan divonis menutup aksi di Piala Dunia 2014.
Padahal Neymar yang diharapkan menjadi motor Brasil untuk menjadi juara di negara sendiri. Tak mau sia-sia, Brasil ingin meraih kemenangan dan mempersembahkan untuk Neymar yang mencetak empat gol.
“Kami akan bermain tidak hanya untuk diri kita, untuk negara, untuk mimpi kita. Masing-masing dari kita akan bermain untuk Neymar karena segala sesuatu yang telah dia lakukan bagi kami,” tegas Pelatih Brasil Luiz Felipe Scolari.
Selain Neymar, kekuatan Brasil tidak sekokoh sejak partai pertama Piala Dunia 2014 dengan ketidakhadiran Thiago Silva. Thiago yang merupakan kapten Brasil tidak bisa bermain karena hukuman akumulasi kartu kuning.
Tak mau larut meratapi Neymar, Scolari terus bergerak untuk menemukan skema permainan baru. Sosok Willian menjadi pilihan. Saat kondisi Willian diragukan, pilihan mungkin jatuh pada Hernanes atau Bernard.
Tak mau terlena dengan ketidakhadiran Neymar, Jerman tetap waspada. Pelatih Jerman Joachim Loew menegaskan timnya tidak mendapat keuntungan dari kondisi Brasil.
“Untuk Brasil, sangat disayangkan mereka berkompetisi tanpa dua pemain terbaiknya. Tapi mereka akan menebusnya. Cobaan kerap memberi tambahan kekuatan,” kata Joachim Loew.
“Tidak ada yang bisa percaya tugas kami menjadi lebih mudah, tapi sebaliknya. Kami punya rencana bagus dan akan memberi pertandingan yang keras untuk mereka.”
Tidak seperti Brasil, Loew tinggal memilih pemain Jerman yang akan main karena mayoritas pemain Jerman siap pakai. Hal ini melahirkan keyakinan mendalam buat Mesut Oezil. Oezil berambisi membawa Jerman menjadi negara Eropa pertama menjuarai Piala Dunia yang berlangsung di Amerika.
“Jerman layak untuk memenangi Piala Dunia lagi. Seluruh rakyat Jerman ingin kami memenangi itu. Jadi kami tahu tekanannya. Kami tahu bisa menjadi legenda andai menang sebab belum ada tim Eropa yang pernah memenangi Piala Dunia di Amerika Selatan," imbuhnya.