Tiga Bulan Terburuk Steven Gerrard

Rabu, 30 Juli 2014 19:34 WIB
Editor: Daniel Sasongko
 Copyright:

Sebelum laga melawan Chelsea, Liverpool unggul lima poin atas Manchester City di puncak klasemen Premier League 2013-2014. 

Namun, pada 27 April 2014, berawal dari terpelesetnya Gerrard di daerah sendiri dan membuat Demba Ba mampu mencetak gol ke gawang Simon Mignolet. Liverpool akhirnya kalah dua gol tanpa balas di Anfield.

Pada laga berikutnya, Liverpool diimbangi Crystal Palace 3-3. The Reds harus merelakan keunggulan tiga gol lenyap dalam waktu 11 menit.

Hasil minor itu membuat City mampu unggul dua poin atas Liverpool pada akhir musim lalu. The Reds pun gagal meraih trofi Juara Inggris yang diimpikan sejak 1990 dan gelar kampiun Premier League pertama mereka.

"Mungkin itu adalah tiga bulan terburuk sepanjang hidup saya," kelu Gerrard kepada Daily Telegraph, Rabu.

"Ketika hal seperti itu menimpa Anda, yang harus Anda lakukan adalah menghadapinya dan jadilah ksatria dengan kepala tegak. Terimalah apa adanya. Anda tak bisa mengubahnya," sambung pria yang baru saja mundur dari timnas Inggris itu.

"Saya tak pernah kehilangan nyali mengeksekusi bola-bola mati. Saya tak pernah membuang penalti. Saya tak pernah membuat umpan buruk atau berbuat salah. Itulah sebabnya semua tampak begitu kejam. Setiap orang di planet ini terpeleset pada suatu titik pada hidup mereka, apakah itu dilakukan saat berada di yangga, lantai atau apa pun itu," sambung dia.

Menurut Gerrard, ketika kesalahan itu berlangsung di atas lapangan, semua akan mengalami hal yang sangat buruk. "Namun, saat menjalani lebih dari 38 pertandingan, banyak hal yang terjadi untuk (membantu) Anda dan melawan Anda dan itu akan menentukan apakah Anda memenangi liga atau tidak. Momen itu terjadi pada saat kruial dan saya harus menghadapinya. Dan itu yang akan saya lakukan," papar Stevie G.

Sudah jatuh Gerrard harus tertimpa tangga. Dia menanggung beban lebih berat ketika gagal membawa Inggris lolos dari penyisihan grup Piala Dunia Brasil 2014, dengan ban kapten di lengannya.

"Sayang, saya telah mengalami saat buruk di level klub pada akhir musim lalu dan kemudian saya  bertolak ke Piala Dunia dengan harapan bisa melupakan pengalaman buruk itu, namun semuanya justru bertambah parah," ungkap Gerrard. "Saya mendapatkan dua pukulan berat, titik terendah (karier saya) dalam waktu singkat, jadi itu adalah ujian bagus untuk menghadapi musim ini. Apakah saya dapat tampil bagus setelahnya? Saya yakin bisa."