Partai Community Shield di Stadion Wembley, London, 10 Agustus 2014, di luar perkiraan banyak kalangan. City yang diunggulan harus menanggung malu dengan kekalahan telak 0-3.
Selain tak ingin merasakan kekalahan kedua beruntun dari Arsenal, Manchester City ingin menjaga posisi di empat besar Liga Inggris. Tujuan lain adalah menghentikan ketidakstabilan permainan.
Usai dibantai Arsenal di Community Shield, City mengamuk di dua partai awal Liga Inggris dengan membekap tuan rumah Newcastle United dengan skor 2-0 dan menekuk Liverpool dengan kedudukan akhir 3-1.
Setelah itu, City tergelincir di kandang sendiri. Kekalahan 0-1 dari Stoke City memperlihatkan inkonsistensi dinamika dan stabilitas City. Serta ketidakjelian Pelatih Manuel Pellegrini menyiapkan berbagai pilihan saat timnya mentok.
“Itu adalah laga pertama menjelang kompetisi, pemain belum semuanya kembali. Selain itu kami juga belum 100 persen. Kini kami lebih kuat dibandingkan sebulan lalu,” kata bek City Pablo Zabaleta.
“Kami ingin bangkit setelah kekalahan dari Stoke. Kami akan pergi ke London untuk mendapat tiga angka. Kami akan terus berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan lain.”
Komentar Zabaleta sebagai pemantik semangat bagi temannya karena Zabaleta kemungkinan besar tidak akan bermain. Selain Zabaleta, City Fernando dan Stevan Jovetic masih bermasalah dengan kebugaran fisik.
City beruntung karena Arsenal tidak akan tampil dengan kekuatan terbaik setelah Olivier Giroud dan Aaron Ramsey dihantam cedera. Kedua pemain mencetak 2 dari 3 gol Arsenal ke gawang City di Community Shield.
Pelatih Arsenal Arsene Wenger menanti kondisi terkini Serge Gnabry, Theo Walcott, David Ospina, Mesut Oezil dan Kieran Gibbs hingga menentukan 11 pemain pertama yang akan dimainkan.
Wenger hampir pasti mengandalkan Danny Welbeck yang direbut dari Manchester United. “Saya ingin mencetak banyak gol dan menolong Arsenal meraih hasil benar,” kata Welbeck yang memborong dua gol kemenangan Inggris atas Swiss di kualifikasi Piala Eropa, 9 September 2014.
Bersama Welbeck, Yaya Sanogo dan Alexis Sanchez bakal menjadi harapan Arsenal untuk memperbaiki diri dari inkonsistensi. Dari 5 duel terakhir Arsenal, Wenger hanya bisa mempersembahkan 2 kemenangan dan 3 hasil imbang.