Aib Itu Bernama Sepakbola Gajah
Kejadian kontroversi berikutnya terjadi saat 2003 lalu. Persatuan Sepakbola Indonesia Djember (Persid) tengah melakoni upaya untuk naik ke Divisi Utama (level tertinggi Liga Indonesia kala itu). Persid merupakan tim dari kabupaten di Jawa Timur.
Persid menerima kesialan saat melakoni laga melawan Persibo Bojonegoro. Lantaran Persibo butuh poin dalam pertandingan itu, Persid tampil melempem, skor berkesudahan 0-0 bagi kedua tim. Persibo saat itu berstatus tim tandang dan posisi laga tersebut juga tak terlalu penting.
Pendukung tuan rumah yang ingin klub kesayangannya tak ingin bermain mata merasa geram akibat performa Persid diluar dugaan. Penonton marah, dan menghancurkan Stadion Notohadinegoro. Mereka mencurigai ada rekayasa skor antara kedua tim karena bupati Jember saat itu berasal dari Bojonegoro. Inilah amuk pertama suporter dalam skala besar (menghancurkan stadion) di Jatim. Bahkan, saat itu gawang diseret suporter beberapa kilometer menuju pasar.