Stadion Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, akan menjadi saksi juara sepakbola Indonesia yang mempertemukan Persib Bandung dengan Persipura Jayapura. Kehadiran ribuan bobotoh tak pelak menghadirkan kekhawatiran.
Selain positif, aksi bobotoh kerap negatif. Saat masih bermarkas di Stadion Siliwangi, Bandung, dukungan bobotoh kerap berujung kerusuhan.
Saat menjamu lawan, khususnya Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya, pendukung tidak dapat menerima hasil imbang yang diterima Persib, apalagi sampai kalah. Sering terjadi, oknum bobotoh merusak fasilitas umum hingga merusak rumah warga sekitar.
Yang tidak dapat diterima logika, kendaraan warga yang bernomor polisi B (wilayah Jakarta) menjadi sasaran kemarahan bobotoh. Dalam beberapa kasus, kendaraan berpelat B rusak hingga dibakar. Kadang ada pula warga yang di dalam mobil mengalami kekerasan fisik.
Ribuan bobotoh memastikan diri akan hadir di Palembang sebagai dukungan kepada Persib. Dukungan dan sokongan demi mewujudkan ambisi Persib yang terakhir kali menjadi juara 19 tahun lalu.
Persib dicatat sebagai klub terakhir yang menjadi juara sepakbola tertinggi Indonesia saat bernama Kompetisi Perserikatan pada tahun 1994. Setahun kemudian, kedigdayaan Persib berlanjut saat menjuarai sepakbola Indonesia berformat semiprofesional, Liga Indonesia edisi pertama.
Itu prestasi terbaik terakhir Maung Bandung di sepakbola nasional. Tahun ini Persib punya peluang mengulang kejayaan 19 tahun lalu. Kesempatan ini dimaksimalkan pendukung dengan menyerbu Palembang dari berbagai akses.