Performa Dunga bersama timnas Brasil patut diancungi jempol. Mereka memborong lima kemenangan di laga terakhirnya dengan berhasil mencetak 12 gol dan belum kebobolan satu gol pun.
Kejelian Dunga mengangkat Neymar menjadi kapten berbua manis, karena sejauh ini selain membawa semangat baru bagi timnya setelah tampil buruk di Piala Dunia 2014, bintang Barcelona ini telah mencetak dua gol untuk timnya.
Neymar kemungkinan akan dipasang pada laga nanti disokong oleh Willian dan Oscar di lini tengah. Miranda dan David Luiz kemungkinan tampil mengawal lini belakang.
Di sisi tuan rumah, Austria juga tengah dalam performa mengesankan. Tim asuhan pelatih Marcel Koller ini menjadi yang tak terkalahkan selama sembilan pertandingan. Mereka kini menjadi pemuncak klasemen Grup G di kualifikasi Piala Eropa. Di laga terakhir Austria melawan Rusia, Austria menang 1-0.
Pelatih Austria Marcel Koller akan mengandalkan kolektivitas tim sekaligus ketajaman penyerang Stoke City, Marko Arnaotovic, untuk mengoyak jala kiper Brasil Diego Alves.
Marcel Koller kemungkinan akan menurunkan pemain-pemain yang jarang tampil di level internasional.
Secara stastik, Austria saat ini berada di peringkat 29 FIFA, atau selisih 23 peringkat di bawah Brasil. Austria pun gagal tembus ke Piala Dunia Brasil kemarin.
Mereka belum terkalahkan sejak 16 Oktober 2013. Artinya sudah setahun lebih tim berjuluk Das Team tak merasakan kekalahan.
Kedua belah pihak telah bertemu delapan kali - termasuk dua kali di Piala Dunia - dengan Brasil memenangkan lima pertandingan, sedangkan sisa tiga pertandingan lainnya berlangsung imbang.