Hingga November 2014, Roberto di Matteo dicatat sebagai satu-satunya pelatih yang sukses memberi trofi Liga Champions buat Chelsea. Usai mempersembahkan trofi Liga Champions musim 2011-12, Matteo dipecat setelah enam bulan memperpanjang kontrak di Chelsea.
Meski sempat diusir dari Chelsea, di Matteo menegaskan tidak akan mengusung dendam. Pria Italia ini menyatakan kemenangan lebih penting daripada sebatas dendam. Kemenangan akan membawa Schalke puncak grup dengan menggusur Chelsea.
“Kemenangan berarti mendapat tiga poin dan berada di posisi lebih baik di grup. Tidak ada tujuan lain. Saya tidak pernah sakit hati atau sesuatu seperti itu. Saya tidak punya pikiran untuk balas dendam,” kata , di Matteo.
Saya menikmati waktu indah saat di Chelsea, tapi ini bukan waktu untu sentimental. Saya ingin membekap Chelsea. Kini mereka punya pemain bagus dan multifungsi, tidak ada tim lain yang bisa menghentikan mereka di Inggris.”
Menjelang duel Schalke dengan Chelsea di Veltins-Arena, Schalke di posisi kedua grup dengan lima poin. Chelsea masih memimpin berkat 8 angka. Sporting dan Maribor menyusul dengan 4 dan 3 nilai.