Ajang Piala Liga Inggris dianggap sebagai kesempatan terbaik mengembalikan kepercayaan diri. Mencapai perempatfinal, ajang ini pula yang diperkirakan sebagai target realistis Liverpool untuk meraih trofi.
Selain Piala Liga Inggris, Liverpool masih bertarung di Premier League, Liga Europa dan Piala FA. Namun di ketiga level tersebut, khususnya Premier League, peluang Liverpool dianggap sudah habis.
Bertandang ke Bournemouth, Liverpool terus memperbaiki internal dan kepercayaan diri. Kiprah terakhir Liverpool berujung dengan kekalahan dari Manchester United di Premier League, 14 Desember 2014.
Takluk 0-3 di Manchester menjadi catatan buruk bagi Liverpool yang hanya bisa meraih dua kemenangan dari 10 pertandingan, sisanya Liverpool lebih banyak meraih hasil imbang sejak awal November 2014.
Duel di markas Bournemouth menjadi sangat bermakna bagi seluruh komponen Liverpool. Sebelum berangkat ke Bournemouth, Pelatih Liverpool Brendan Rodgers sampai harus mengeluarkan pernyataan tidak ada perpecahan di timnya.
“Kami ingin melakukan upaya total di semua turnamen tahun ini dan laga Rabu akan jadi kesempatan melaju ke semifinal. Ini jelas akan memberi kami kepercayaan diri jika lolos dan mencapai semifinal,” kata Rodgers.
“Kami berlaga di berbagai kompetisi untuk trofi. Jika bisa meraih kemenangan atas Bournemouth dan lolos, target kami melaju dan memenangi kompetisi. Itulah kenapa kami ada di dalamnya.”
Dari jajaran pemain, gelandang Jordan Henderson belum dapat melupakan kekecewaan usai kalah di Manchester United. Seperti Rodgers, Henderson juga meyakini kemenangan atas Bournemouth akan mengembalikan mental bermain dan kepercayaan diri pemain.