Sebelumnya Ribery telah menyebut kalau FIFA Ballon d’Or penuh dengan nuansa politik, mengingat hanya nama Ronaldo dan Lionel Messi saja yang menjadi pemenang dalam 7 tahun terakhir.
Ronaldo meraih penghargaan individual tersebut pada tahun 2008, 2013, dan 2014. Sedangkan Messi menorehkannya sebanyak 4 kali secara beruntun dari tahun 2009 sampai 2012.
Dominasi Messi dan Ronaldo di podium Ballon d’Or, kontan membuat Ribery berang, mengingat jagoan tim nasional Prancis itu menjagokan rekannya di Bayern Munich, Manuel Neuer.
Performa Manuel Neuer sangat brilian dalam mengamankan gawang Bayern dan tim nasional Jerman sepanjang tahun 2014.
Juara Bundesliga dan DFB-Pokal bersama Bayern, serta mempersembahkan trofi juara dunia bagi Jerman pada tahun yang sama, menjadi bukti betapa layaknya Neuer dinobatkan sebagai sang peraih Ballon d'Or 2014.

Tapi harapan Ribery itu tidak terjadi. Tentu ini bukan pertama kalinya ada seorang pesepakbola yang dinilai lebih layak meraih Ballon d’Or, tapi tak terpandang karena disandingkan dengan nama Messi dan Ronaldo.
“Saya sangat marah. Tapi selalu sama setiap tahun. Kita tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk memenangkan pemlilihan. Semua pemain perlu tahu. Jika Ronaldo dan Messi di sana, maka pemain ketiga tak ada peluang. Itu hanya politik bagi saya,” ketus Ribery, sesuai yang dimuat oleh Daily Mail.
“Neuer merupakan kiper terhebat di dunia selama dua atau tiga tahun terakhir. Dia meraih gelar juara bersama klub. Di Brasil, dia menjadi juara dunia. Tapi itu tentu tidak cukup,” sesalnya.