Manajer Liverpool Pertanyakan Etika Mario Balotelli

Sabtu, 21 Februari 2015 17:58 WIB
Editor: Aditiyo Wirawan
 Copyright:

Walau menjadi pahlawan kemenangan Liverpool atas Besiktas berkat keberhasilannya mengeksekusi penalti, Balotelli justru seperti pesakitan. Kritikan dari berbagai pihak terus mengarah kepadanya.

Bahkan, sejumlah figur penting di Liverpool ikut mengkritik dirinya. Setelah kapten Steven Gerrard menyebut dirinya kurang memiliki rasa hormat, kali ini giliran manajer Brendan Rodgers menyorot etika Balotelli.

"Saya tidak suka etika seperti itu, melihat empat sampai lima orang mengelilingi bola agar bisa mengeksekusi," ujar Rodgers seperti dilansir BBC.

Sebaliknya, Rodgers memuji sikap Henderson yang mengalah dan memberikan bola kepada Balotelli. "Dia (Henderson) menghormati Mario yang merupakan seorang penendang penalti hebat, dan menyerahkan bola dengan senang hati," lanjut Rodgers.

Rodgers kemudian menjelaskan bahwa dirinya menetapkan hirarki untuk para penendang penaltinya. Gerrard merupakan penentang utama. Kemudian, Henderson berada di urutan berikutnya. Rodgers pun tidak membantah bahwa Balotelli merupakan penendang yang hebat dan turut diperhitungkan sebagai penendang.

"Jika Steven, Jordan, dan Mario bermain, normalnya memang Steven dan Mario yang menendang penalti. Sejarah membuktikan bahwa Mario telah mencetak gol penalti setidaknya 30 kali di laga besar," kata Rodgers. "Tapi, masalah ini adalah soal etika."

Baca Juga

10 Pemain Top Britania yang Gagal di Luar Negeri

5 Filosofi Populer Gaya Bermain Sepakbola

Galeri Revolusi Jersey Retro Sepakbola (Bagian I)

Indobarca, Lebih dari Komunitas Sepakbola

Enam Makhluk Seksi di Dunia Balap