Kegagalan Dejan Lovren saat mengeksekusi tendangan penalti di gawang Besiktas menjadikan The Reds tersingkir di Liga Eropa. kekalahan ini membuat Liverpool gagal melaju ke babak 16 besar.
Tak pelak lagi, Lovren menjadi bulan-bulanan pendukung The Reds yang kecewa dengan kegagalan tim kesayangan mereka.
Namun manager Brendan Rodgers tak tinggal diam anak asuhnya mendapat serangan. Dia tampil membela dengan menyebut penalti sebagai permainan lotre yang semata-mata mengandalkan keberuntungan.
"Kami sangat bangga dengan permainan tim. Kami berusaha keras menghadapi pertandingan sulit ini," ucap Rodgers seperti dikutip Daily Star.
"Kemudian terjadi adu penalti, dan selanjutnya menjadi lotre," sambungnya.
Lovren, lanjut dia, telah mengambil keputusan berani dengan maju sebagai salah satu juru tembak. "Memang sangat disayangkan, tapi Lovren telah cukup berani dan seperti saya bilang, itu adalah lotre," tegas Rodgers.
Kekalahan ini membuat Liverpool terhempas dari kompetisi Liga Eropa, setelah sebelumnya The Reds juga gagal dalam Liga Champions. Namun dia tetap optimis kegagalan ini tidak terjadi di Premier League, dimana Liverpool saat ini berada di peringkat enam.
"Tujuan kami tetap sama, meraih trofi dan finis di peringkat empat," katanya.