Gelandang bertahan Inter Milan yang mendapat julukan 'pitbull', Gary Medel bisa disebut sebagai salah satu titik lemah Inter Milan jika ditilik dari lima pertandingan Inter. Pasalnya, peran Medel sebagai gelandang bertahan tidak berfungsi secara maksimal.
Saat Inter kalah Wolfsburg di ajang Liga Europa, Roberto Mancini harus menduetkan Medel dengan Guarin untuk bisa menyeimbangkan peran dari gelandang asal Chile tersebut, namun tetap Inter harus menelan kekalahan. Begitu juga saat Medel di tempatkan sendirian sebagai gelandang bertahan kala Inter menyerah atas Sampdoria 1-0.
Titik lemah ini bisa dimanfaatkan AC Milan untuk bisa membongkar lini belakang Inter Milan. Eksplorasi AC Milan bisa terfokus di bagian gelandang bertahan Inter yang secara statistik memang cukup buruk. Bisa disebut hanya Fredy Guarin, gelandang Inter yang miliki statistik bermain yang cukup stabil untuk Inter Milan.
Selain itu, AC Milan pun bisa memanfaatkan tidak fokusnya pemain Inter di pertengahan dan menit akhir pertandingan. Karena dari statistik menunjukan, Inter selalu kebobolan di menit pertengahan dan menit akhir di babak pertama dan kedua.
Seperti dilansir soccerway.com, saat lawan Wolfsburg, Inter Milan kebobolan di menit ke 24 dan 89. Saat kalah atas Sampdoria, mereka kebobolan pada menit ke 65 dan saat bermain imbang dengan Cesena, Inter kebobolan pada menit ke 30.
Tidak fokusnya pemain Inter di kisaran menit tersebut bisa dimanfaatkan pemain AC Milan yang miliki beberapa pemain yang memiliki kemampuan mengecoh pertahanan lawan saat mereka tidak fokus seperti Destro, Honda ataupun Menez.
Kesimpulannya, AC Milan bisa rengkuh tiga poin atas Inter Milan dengan syarat:
- Eksplorasi sisi gelandang bertahan Inter Milan yang tidak terlalu bagus di beberapa pertandingan terakhir Inter.
- Lebih bersabar dalam menyerang dan manfaatkan kelengahan lini belakang Inter di pertengahan dan menit akhir babak pertama dan kedua pertandingan.