5 Pepesan Kosong Brendan Rodgers

Rabu, 27 Mei 2015 02:09 WIB
Editor: Gema Trisna Yudha
 Copyright:

Brendan Rodgers, melalui pernyataan-pernyataannya telah memberikan harapan indah untuk membawa kejayaan pada Liverpool. Namun setelah tiga musim berlalu, harapan tersebut hanyalah harapan palsu.

Liverpool bahkan menderita kekalahan memalukan saat berhadapan dengan Stoke City di laga penutup Premier League dengan skor 6-1. Dengan performa buruk The Reds, komentar-komentar Rodgers terbukti hanyalah pepesan kosong.

Wajib Baca
Lebih Dekat, Sang Pencuri Hati Cristiano Ronaldo
Dream Team Versi Fans Sepakbola Indonesia (Part 1)
10 Transfer Sukses La Liga Musim 2014/15

Berikut adalah beberapa pernyataan Rodgers yang mungkin tak ingin dia akui karena bertentangan dengan kenyataan.

1. "Lihatlah Tottenham, jika menghabiskan 100 juta pounds, kamu bisa bersaing di liga,"

Pernyataan ini disampaikan Rodgers pada 27 April 2014 lalu saat The Reds akan berhadapan dengan Chelsea. Namun satu musim setelahnya, Liverpool yang telah belanja pemain dengan menghabiskan lebih dari 100 juta pounds atau sekitar Rp2,031 triliun, justru tampil melempem. 

2. "Silakan nilai saya setelah tiga tahun,"

Pada 2012, Brendan Rodgers meminta orang-orang untuk tidak buru-buru menghakimi kinerjanya. Menurutnya, setelah tiga tahun bekerja, penilaian terhadap dirinya akan lebih objektif. Tiga tahun kemudian, laga penutup Liverpool berakhir dengan skor 6-1. Hasil ini tampaknya menunjukkan kualitas Rodgers.   

3. "Mentor terbaikku adalah diriku sendiri, karena aku telah belajar, hal itu akan sangat mempengaruhiku"

Performa buruk Liverpool musim ini tampaknya cukup untuk menilai bagaimana pelajaran yang diambil Rodgers. Pernyataan ini memang menunjukkan sikap yang cenderung tinggi hati. Hal ini berbeda dengan apa yang diungkapkan Jurgen Klopp yang mengatakan "Aku belajar segala hal, untuk menjadi pelatih, dari Arrigo Sacchi."

3. Dalam sebuah wawancara di tahun 2012, sang pelatih asal Irlandia itu mengaku selalu bekerja berdasarkan statistik. "Jika kamu bisa mendominasi dengan lebih banyak menguasai bola, kamu sudah memegang 79 persen kemenangan," 

Dalam pertandingan Stoke City vs Liverpool, bola sebenarnya telah lebih banyak dikuasai para pemain The Reds dengan 55 persen, sementara Stoke hanya menguasai 45 persen bola. Nyatanya, Liverpool kalah telak dengan skor memalukan 6-0.

4. Dalam wawancara yang sama, Rodgers juga mengatakan bahwa "Jika kamu telah menguasai 65-70 persen bola dalam suatu pertandingan, itu berarti kematian bagi tim lawan,"

Namun dalam tiga pertandingan ini, tim Rodgers justru yang mati meski telah menguasai bola.

Liverpool 0-0 Hull – (66% possession for Liverpool)
Newcastle 1-0 Liverpool – (65% possession for Liverpool)
Liverpool 0-1 Aston Villa – (75% possession for Liverpool)
 
5. "Kami tidak akan melakukan apa yang dilakukan Tottenham," 

Pernyataan ini memang berbeda konteks. Saat mengatakan ini, Rodgers mengomentari penjualan Luis Suarez ke Barcelona. 

Namun terlepas dari itu, janji Rodgers untuk tidak melakukan apa yang dilakukan Tottenham justru tak terlunasi. Musim ini Liverpool berada di posisi enam, peringkat yang sama yang ditempati Spurs musim lalu.

Baca Juga
Liga Indonesia | Liga Primer | Liga Champions | Bundesliga
La Liga | Serie A | Selebrita | Komunitas | Transfer Pemain

6