Seandainya mafia judi tak 'bermain' saat Indonesia U-23 melawan Thailand U-23 di babak semifinal SEA Games 2015 apakah Evan Dimas dan kawan-kawan juga mampu mengimbangi? Seandainya mafia juga tak berperan di laga melawan Vietnam, apakah gawang kita mampu clean sheet? pernyataan satir ini memang pantas dikemukan jika melihat kondisi sepakbola nasional saat ini.
Karena memang tak bisa dipungkiri bahwa pengelolaan sepakbola nasional masih jauh dari kata profesional. Sejak AFC sebagai induk sepakbola tertinggi di Asia Tenggara pada 2008 memberlakukan instrusksi agar klub dikelola secara profesional, klub-klub di Indonesia masih sulit untuk bisa mencapai ke arah profesional.
Menjadi wajar karena sejak 1992, klub di Indonesia sangat dimanja dengan guyuran dana yang diambil dari APBD. Padahal jika menengok pengelolaan sepakbola di negara tetangga, kita memang pantas mendapat kondisi buruk ini. INDOSPORT mencoba untuk memaparkan mengenai kondisi liga sepakbola negeri tetangga yang ternyata dikelola jauh lebih baik. Meski tiga liga tersebut tidak sesempurna liga-liga profesinal di Eropa namun setidaknya pengelolaan mereka jauh lebih baik dibanding liga Indonesia.