Pemain 22 tahun ini mengakui, meninggalkan AC Milan sesungguhnya bukanlah keinginannya. Setidaknya begitu yang ia ungkapkan di akun Instagram miliknya.
"Saat ini sangat sulit bagi saya menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang ada di pikiran saya," kata El Shaarawy.
"Semuanya terjadi begitu cepat dan dalam 24 jam saya mendapati diri saya mengambil keputusan yang saya yakin terbaik buat saya dan karir saya."
El Shaarawy memang sudah terhitung mengalami penurunan permainan. Itu terlihat ketika dirinya jarang dimainkan saat kehadiran Mario Balotelli di Milan. Meski saat itu sempat gagal bersaing dengan Balotelli, El Shaarawy tetap bertahan dan berjuang untuk tampil menjadi yang pertama.
"Saya tidak perlu menekankan betapa kecewanya saya meninggalkan klub seperti AC Milan dan pendukungnya. Selain karena saya sudah terikat dengan klub itu sejak kecil, sulit meninggalkan klub yang selalu memberikan dukungan dan keyakinan pada saya, di momen terburuk sekalipun."
Setelah gagal berjuang merebut posisi utama di starting line-up dan hadirnya penyerang baru seperti Carlos Bacca, sang pemain akhirnya pun setuju untuk menerima pinangan AS Monacco.
"Akan tetapi, saya pikir momen ini sudah datang untuk saya mengubah arah dan menghadapi tantangan yang baru dengan hasrat dan antusiasme yang besar," tutupnya.