Mantan penyerang Lazio dan West Ham, Di Canio, dikenal sebagai karakter yang berapi-api selama kariernya, serta ia sempat menuai kontroversi dengan melakukan hormat ala fasis di akhir pertandingan derby Roma.
Meskipun demikian, Di Canio telah mencoba untuk menuangkan pemikirannya terkait penyerang Liverpool, Balotelli, dengan menggunakan perspektif sebagai pelatih.
"Saya sedang berbicara sebagai pelatih," katanya kepada Fox Sports Italia.
"Saya pikir di beberapa titik Anda harus mengetahui apa artinya bermain dengan rekan kerja Anda, ketika di saat-saat baik dan buruk dan itu tidak terlihat ada pada dia [Balotelli] yang mencoba melakukan hal itu,” ungkap Di Canio.
Berita Transfer Klub Top Eropa, klik di sini.
Beberapa tahun belakangan ini telah banyak pelatih yang berusaha keras untuk mencoba mengubah sikap dan cara berfikir Balotelli. Akan tetapi semua itu gagal. Mantan pemain Inter Milan itu tetap berulah yang bisa berdampak pada keutuhan tim.
"Banyak pelatih telah mencoba untuk mengubah dirinya. [Roberto] Mancini sudah seperti ayah baginya, tapi bahkan dia tidak akan bersatu kembali dengan Balotelli di Inter."
"[Jose] Mourinho pandai memahami pemain, dan ia menyadari bahwa ia bisa mengubahnya. Tapi sekarang Balotelli tidak punya siapa pun untuk bergantung. Dia masih muda, dia secara fisik kuat, dan dia seorang atlet yang luar biasa, tapi dia tidak pernah mengambil keuntungan dari potensi yang besar,” ucap pemain yang pernah berprilaku sportif kepada pemain Everton.
WAJIB BACA
6 Pesepakbola Bersaudara Ini Berbeda Kewarganegaraan
5 Bek Tengah Ini Berpotensi ke Old Trafford
5 Pemain Terbaik di Pekan I Liga Primer Inggris
6 Alasan Di Maria Tak Betah di MU
11 Pemain Depan Roma Berebut Tempat
Balotelli memang dikenal sebagai tipikal pemain yang lebih banyak ingin dilayani. Bahkan dia sering terlihat marah jika tidak mendapat umpan yang baik dan kerap meminta eksekusi penalti diberikan kepadanya.
"Terkadang dalam sepakbola Anda berpikir Anda bisa memonopoli bola, memamerkan beberapa cara dan membiarkan rekan kerja Anda berlari untuk Anda, tetapi Anda tidak bisa, sepakbola adalah tentang pengorbanan, dan ikatan dengan rekan kerja Anda."
"Saya berharap dia akan pulih, tapi saya bisa membayangkan itu akan sangat sulit, karena ia menghabiskan banyak waktu di media sosial. Sepertinya ia menggunakan sepakbola untuk menjadi seorang selebriti, bukan sebaliknya."
BACA JUGA
Liga Indonesia | Liga Primer | Liga Champions | Bundesliga
La Liga | Serie A | Selebrita | Komunitas | Transfer Pemain