7 Sekoci Penyelamat Karier Jose Mourinho

Rabu, 11 November 2015 03:12 WIB
Editor: Ahmad Priobudiyono
 Copyright:
Manchester United

Saat Sir Alex Ferguson menyatakan pengunduran dirinya di tahun 2013, nama Mourinho adalah salah satu pelatih yang akan mewarisi tahta singgasana tertinggi Manchester United.

Namun takdir mengatakan lain, David Moyes dengan sentimen premodialnya tanpa disangka-sangka mengambil peran si kakek tua yang sudah ingin menghabiskan waktunya bersama belahan jiwanya.

Mourinho pun kembali menata hatinya dan mengalihkan pandangan kepada kenangan manisnya di London bersama si Biru Chelsea.

Masih bersama Madrid, Mourinho pun berujar kepada Sir Alex agar tidak perlu repot-repot membujuknya karena dirinya sudah tahu kemana akan berlabuh. Itulah yang terjadi.

Waktu pun berlalu, setelah gagal memagut kemesraan bersama Moyes, The Red Devils mencoba menjalin hubungan dengan pelatih Belanda, Louis van Gaal.

Angin segar pun berhembus di area Old Trafford setelah lelaki Belanda itu berhasil kembali mengangkat harga diri Manchester United yang sempat hancur lebur bersama lelaki Skotlandia.

Sayangnya di tahun keduanya publik Old Trafford yang masih terbuai dengan masa-masa indah bersama sir Alex menyatakan tidak puas dengan layanan yang diberikan van Gaal untuk klub kesayangan mereka.

Pelatih 64 tahun itu dicap sebagai biang keladi buruknya gaya permainan setan merah. Hujan kritik pun deras dilayangkan dan sempat membuat bulu kuduk van Gaal mulai bergidik membayangkan masa jabatannya.

Sementara Mourinho yang tengah tenggelam bersama Chelsea terlihat masih belum menunjukkan minatnya untuk bermesraan dengan publik Old Trafford.

Namun limpahan Poundsterling tentunnya menjadi rayuan yang pasti sangat menggiurkan jika Mourinho mau bersenang-senang bersama Setan Merah untuk mengangkat sejumlah trofi elit kejuaraan Eropa.

174