Ini Tanggapan Insan Sepakbola Indonesia Terkait Kesuksesan PS TNI

Kamis, 3 Desember 2015 22:51 WIB
Penulis: Devi Novitasari | Editor: Joko Sedayu
 Copyright:
Ferril Raymond Hattu

Para pecinta sepakbola tanah air pasti mengenal betul lelaki yang bernama Ferril Raymond Hattu. Sebagai seorang legenda dalam sejarah sepakbola Indonesia, dia terkenal sebagai libero terbaik Indonesia yang elegan, cerdas dan sulit dilewati. 

Sebagai insan sepakbola yang memperhatikan perkembangannya, Coach Ferril memberikan tanggapannya melihat kekuatan PS TNI menjuarai klasemen grup C di Turnamen Piala Jenderal Sudirman. Dia menilai ada tiga hal penting yang menjadi alasan kenapa PS TNI bisa menjadi momok menakutkan bagi klub peserta lain di PJS yaitu, disiplin, pengelolaan organisasinya yang baik, serta esensi dari sepakbola yang terus terjaga yaitu fisiknya.

"Dia (PS TNI) itu disiplin, organisasinya baik, selain itu mereka memahami esensi sepakbola yaitu fisik. Artinya fisik mereka terjaga dengan baik karena mayoritas dari mereka adalah tentara yang memang biasa latian , sebaliknya tim lain tidak jelas latihannya, apalagi dengan kondisi sepakbola saat ini," terang mantan pesepakbola nasional, Ferril Raymond Hattu saat dihubungi INDOSPORT.

Dia menjelaskan , jika menilai dari skill, para pemain ISL cukup baik dan boleh dibilang diatas standar. Tapi sepakbola tidak cukup hanya teknik dan skill, juga perlu fisik stamina, kecepatan dan pemahaman. Itulah modal utama dari klub PS TNI, sehingga tidak mengherankan jika klubnya bisa merajai grup c di turnamen PJS.

"Siapapun sekarang yang tidak mampu bermain 2x45, tidak punya tenaga dan kecepatan jangan berharap banyak untuk berprestasi. Karena bola perlu tenaga, kecepatan, siapapun yang bisa memanfaatkan moment, dia bisa ciptakan peluang untuk menang," jelas mantan kapten Timnas ini.

"Perkara menang atau kalah itu tergantung, juara bisa jadi siapa saja. Tapi Potensi tim untuk menang itu kelihatan. Seperti Tim PS TNI, mereka memang sudah siap secara fisik dan stamina, ditambah lagi dengan semangat mereka yang didukung oleh komandannya. Sementara tim lain, kebanyakan mereka belum siap terutama dari segi stamina, mereka baru dikumpulkan satu minggu sebelum tampil, jadi wajar jika mereka ketinggalan terutama dari segi stamina," pungkasnya.

292