3 Alasan Mourinho Tak Pantas Latih Man United
Ferguson selalu mendapat dukungan dari para pemainnya karena mereka mengerti apa yang dia lakukan adalah untuk kepentingan tim dalam jangka panjang.
Sepanjang masa kepelatihannya Ferguson tidak pernah kehilangan kehangatan bersama anak asuhnya di ruang ganti meskipun dirinya termasuk tipikal pelatih yang tegas dan keras.
Ferguson secara objektif dan adil selalu memberi kesempatan bagi para pemainnya untuk mengembangkan diri dan memotivasi mereka untuk bisa tampil dalam skuat inti.
Berbeda halnya dengan Mourinho yang harus dua kali kehilangan kemesraan dan kepercayaan anak-anak asuhnya di ruang ganti dari dua klub berbeda hanya dalam kurun waktu dua tahun.
Musim terakhirnya bersama Real Madrid, Mourinho gagal menjalin hubungan mesra dengan dua pilar utamanya Ronaldo dan Casillas.
Sementara di Chelsea di akhir masa baktinya sebelum akhirnya didepak dari bangku kepelatihan, Mourinho kembali terlibat perseteruan dengan beberapa pemain seperti Hazard, Costa dan Fabregas.
Sikap ego yang dikedepankan Mourinho menuntutnya selalu berusaha menutupi kesalahannya dalam kekalahan membuatnya selalu menunjuk kambing hitam, para pemain kerap menjadi korbannya.
Hal inilah yang membuat The Special One selalu kesulitan untuk mempertahankan suksesnya.