Aji Santoso, Timnas dan Tahun Kabisat Empat Tahun Silam
Hari H tiba, 29 Februari 2012. Bahrain kontra Indonesia berlangsung di Stadion Nasional Bahrain yang terletak di kota Manama, Bahrain.
Wasit yang memimpin laga itu ialah Andre El Haddad asal Lebanon. Kelak ia akan jadi pusat kontroversi usai laga ini berakhir.
Menit-menit awal laga, wasit asal Lebanon itu sudah membuat 'panas' bench pemain timnas Indonesia. Bagaimana tidak, ada 4 penalti dan 2 kartu merah yang tercipta di laga tersebut. 2 kartu merah untuk Indonesia diterima kiper Samsidar pada menit ke 3 dan pelatih Aji Santoso.
Di tinggal Aji Santoso dan kebobolan 1 gol dari eksekusi penalti, Ismail Abdul Latif, Indonesia limbung.
Gawang Indonesia bobol lagi pada menit 15. Adalah Mohamed Ali yang mencatatkan namanya di papan skor, memanfaatkan kemelut di depan gawang Indonesia.
Menit 33, Bahrain mendapatkan penalti lagi. Kali ini yang melakukan pelanggaran adalah bek Abdul Rahman. Dengan kaki kirinya, Mahmod Abdulrahman melepas tendangan penalti keras masuk ke gawang Indonesia.
Bahrain bersiap pesta pora. Babak I, Bahrain sudah unggul empat gol. Di ruang ganti timnas, tidak ada semangat di dada para pemain. Semua tertunduk lesu dan berharap laga cepat selesai. Semangat juang sudah hilang sejak menit ke 3 kala harus bermain dengan 10 orang.
Di paruh kedua, Bahrain tidak menurunkan tempo permainan. Strategi timnas pun berantakan bahkan terbilang sangat mudah untuk diperdaya oleh tim berjuluk Al Ahmar tersebut. 6 gol berikutnya pun tercipta, masing-masing dicetak oleh Mohamed Ali, Sayed Dhiya A. Taleb (63'), Abdullatif (67'), Sayed Dhiya (83') dan Sayed Ebrahim (90').
Irfan Bachdim dan kawan-kawan membuat malu Merah Putih di negeri orang. Semua pihak pun bertanya-tanya dengan skor telak ini. Ada kecurigaan dan keanehan.