4 Fakta Tersembunyi Tentang Bepe
Mati surinya persepakbolaan di Tanah Air saat ini telah membawa dampak buruk bagi para pemain.
Terhentinya kompetisi akibat konflik yang melibatkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan PSSI memaksa pemain menempuh jalan berisiko, dengan mengikuti turnamen kampung atau tarkam demi mencari pemasukan tambahan.
Sebut saja pemain timnas Bayu Gatra dan punggawa Persib Zulham Zamrun. Kedua pemain ini sering mengikuti beberapa turnamen lokal demi mendapatkan penghasilan.
Namun, hal tersebut tidak berlaku untuk Bambang Pamungkas.
Meskipun ditawari dengan dana besar, Bepe tetap memegang teguh prinsipnya untuk tidak terlibat dengan pertandingan tarkam.
Mantan kapten timnas ini menjelaskan bahwa ia menolak untuk ikut terkam kerena tidak ingin mendapatkan cedera untuk hal yang sifatnya sepele.
"Berapa besar pun tawaran yang datang kepada saya, dengan sehalus mungkin akan saya tolak. Bukan kerena saya sombong atau merasa level saya di atas mereka," ujar Bepe saat menjadi pembicara pada acara #BEPE20Bicara "Battle of Life: Cinta versus Tanggung Jawab" di Usmar Ismail Hall, Jakarta, Kamis (28/04) malam lalu.
"Tapi, lebih kepada saya ingin menjaga modal utama saya yakni kondisi agar selalu dalam kedaan baik dan siap pakai. Mengapa demikian, salah satu musuh terbesar seorang atlet adalah cedera. Oleh karena itu, saya selalu berusaha untuk sebisa mungkin menghindarinya," tambahnya.