Kisah 'Mulut Besar' Pique dan 10 Ejekannya Terhadap Madrid

Rabu, 25 Mei 2016 15:46 WIB
Editor: Ramadhan
 Copyright:

Gerard Pique dikenal sebagai salah satu bek terbaik dunia yang dimiliki Barcelona. Mantan pemain Manchester United ini dianggap istimewa karena selain tangguh menjaga pertahanan, Pique juga memiliki jiwa kepemimpinan.

Kekasih dari penyanyi cantik Shakira ini juga dikenal sebagai sosok pemain yang kritis, peka terhadap situasi sekitar. Bek berusia 29 tahun ini selalu menjadi yang terdepan menjaga martabat rekan-rekan setimnya serta klub yang ia bela.

Terkadang, banyak yang menganggap sikap kritis Pique tersebut sebagai tindakan berlebihan. Ia bahkan kerap terlihat seperti seorang pemain yang bermulut besar, senang mengomentari dan mengejek tim lawan terutama rival abadi timnya, Real Madrid.

Keberadaan pemain bermulut besar rasanya sah-sah saja di sebuah klub asalkan sportif, tak berlebihan dan tahu batas. Peran Pique dianggap sangat penting untuk menangkal serangan-serangan pemain lawan yang bersifat verbal. Setidaknya, klub yang ia bela tak mudah diremehkan oleh klub rival.


Gerard Pique saat berpidato di pesta perayaan gelar Barcelona musim 2015/16 di Camp Nou

Pemain kelahiran 02 Februari 1987 ini pernah mengaku bahwa ia tak akan pernah berhenti mengejek Los Blancos karena baginya persaingan antara El Barca dan El Real akan terus berlangsung.

“Saya ingin Real Madrid selalu kalah, dan rivalitas ini (dengan Barcelona) akan tetap hidup di Spanyol. Saya tidak mau meminta maaf,” kata Gerard Pique.


Gerard Pique merayakan gelar juara Copa del Rey usai mengalahkan Sevilla di Vicente Calderon

Ejekan Pique yang paling terkenal hingga kini adalah saat Barcelona berhasil membantai Madrid di laga El Clasico dengan skor telak 5-0 pada 2011 lalu. Usai laga, dengan bahagia, Pique mengangkat tangannya dan mengacungkan 5 jarinya ke hadapan tribun.

Ejekan Pique tersebut akhirnya dikenal dengan sebutan La Manita atau kekalahan 5 gol tanpa balas Madrid atas Barcelona.

Sebenarnya tak hanya mengejek, mulut besar Pique juga kerap digunakan dalam konteks yang positif yakni saat ia berusaha membela Barcelona dari sederet aksi-aksi serangan yang dilancarkan media-media pro Madrid. Pique selalu kritis terhadap media-media pro Madrid yang dianggap melecehkan dan diskriminiatif terhadap pemberitaan Barcelona.

Meski begitu, pemain timnas Spanyol ini juga mengakui jika ejekan-ejekannya terhadap Madrid tersebut hanya sebatas bentuk ekspresi dari sebuah rivalitas dalam olahraga. Di luar itu, Pique justru sangat respect dan bahkan memiliki persahabatan yang baik dengan sejumlah bintang Los Blancos.


Bek Barcelona, Gerard Pique saat melawan Real Madrid di laga El Clasico musim 2015/16

Di sepanjang musim 2015/16 ini, Pique berkali-kali melontarkan ejekan kepada Madrid. Bahkan seperti biasa, kekasih penyanyi cantik Shakira ini tetap tak ketinggalan meledek klub yang dilatih Zinedine Zidane tersebut di pesta perayaan gelar Barcelona di Camp Nou baik musim 2014/15 kemarin maupun yang terbaru pada musim 2015/16 ini.

Berikut INDOSPORT merangkum sederet ejekan Gerard Pique terhadap Real Madrid dan kritikan pedasnya kepada sejumlah media pro Madrid yang dianggap menyerang Barcelona di sepanjang musim kompetisi 2015/16 ini.

434