Mantan pelatih Chelsea, Real Madrid, Paris Saint-Germain dan AC Milan, Carlo Ancelotti mengungkapkan isi dari buku barunya. Salah satu cerita diungkapkan Ancelotti adalah bagaimana ia bekerja dengan Zlatan Ibrahimovic, pemain yang saat ini menjadi incaran Manchester United.
Menurut Ancelotti, Ibrahimovic bukanlah sosok pemain yang memiliki karakter lembut dan itu bukanlah keahliannya.
Pernah suatu waktu di sesi latihan, Ibra menilai bahwa salah satu pemain muda tak berlatih dengan serius. Setelah sesi latihan tersebut, Ibra langsung melontarkan komentar kerasnya terhadap pemain muda tersebut.

“Sekarang, segeralah pulang dan tulis di buku harianmu bahwa hari ini kau latihan bersama Zlatan, karena saya pikir ini akan menjadi latihan terakhirmu,” kata Ibrahimovic.
Ancelotti mengungkapkan mungkin Ibra tidak bisa bicara secara diplomatis, tapi pemain timnas Swedia tersebut merupakan seorang pemenang. Sementara masalah terbesar Ancelotti dengan Ibra terjadi saat di tempat latihan.
Bahkan, Ibra tak ingin kalah saat menjalani sesi latihan. Dia selalu berjuang keras dan memberikan penampilannya 100 persen. Ibra juga merupakan sosok pemain yang senang untuk berterus terang dan mengatakan langsung jika tak suka dengan suatu hal.
Menurut pelatih asal Italia tersebut, Ibra merupakan sosok pemain panutan bagi para pemain muda. Maka dari itu, Ancelotti meminta Ibra untuk membantu para pemain muda karena kemampuannnya terlalu kuat bagi mereka.

“Saya menjelaskan kepada Ibra bahwa dia perlu bersikap sedikit lebih halus, karena bicara tegas dan terlalu keras tak selamanya efektif bagi para pemain muda,” tambah Ancelotti.
Selain itu, Ibra juga merupakan seorang pemain yang tak pernah takut berbicara kebenaran. Pernah suatu waktu, Ancelotti berbicara dan menanyakan kepada Ibra bahwa Hernan Crespo merupakan seorang striker yang luar biasa.
Ibra pun tak sungkan langsung merespon pernyataan Ancelotti tersebut dengan singkat namun memiliki arti sangat mendalam.
“Ya, dia adalah seorang striker, tapi dia tidak bisa membuat perbedaan. Hanya ada tiga pemain yang bisa membuat perbedaan yaitu Ibrahimovic, Messi dan Ronaldo,” kata Ibrahimovic.

Zlatan Ibrahimovic
Menurut Ancelotti, Ibra adalah sosok pemain yang tidak egois yang pernah ditemui. Hal tersebut tentu berarti sangat besar bagi tim yang memilikinya.
Saat melatih PSG, Ancelotti mulai memikirkan untuk merekrut pemain dengan mentalitas yang kuat. Di musim panas, Ancelotti langsung mendatangkan Ibra, seorang pemain top dan sangat profesional.
Bagi Ancelotti, kadang-kadang seorang pemain harus menjadi pemimpin dan tak selalu pelatih yang melakukannya. Dan Ibra langsung menjadi sosok pemimpin di ruang ganti. Hal tersebutlah yang membuat Ancelotti menginginkannya berada di tim.