Critic Sport

Silang Sengkarut Pesepakbola di Indonesia, Antara Hak dan Kewajiban

Kamis, 9 Juni 2016 11:00 WIB
Editor:
 Copyright:

Ini masalah klasik di sepakbola Indonesia. Tentang bagaimana pesepakbola profesional memahami hak dan kewajibannya. Sepakbola memang jadi pusat perekonomian untuk sebagian orang hampir di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. 

Namun lebih mirisnya, banyak kasus kematian menimpa sejumlah pesepakbola Indonesia. Sejumlah pemain asing alami nasib naas ini, mereka tak mampu membiayai hidup karena gaji yang diharap tak kunjung turun. 

Itu hanya segelintir kisah pilu pesepakbola profesional yang terjadi di Indonesia. Lantas siapa yang patut dipersalahkan? Pemain atau klub yang lalai karena lalai soal gaji pemain? 

Untuk minimalisir hal ini, Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) mencoba menjadi jembatan agar pemain lebih 'pandai'. 

Seperti diutarakan oleh General Manager APPI, Valentino Simanjuntak  yang ingin mengembalikan fitrah  sepakbola sebagai sumber penghasilan yang dapat diharapkan.

"Tentu kita kita ingin setidaknya pemain sudah memberikan kewajibannya akan mendapatkan hak-nya. Jadi ada keseimbangan antara hak dan kewajiban. Karena ini kita berbicara profesional," ucap Valentino kepada INDOSPORT.

Memang keberadaan APPI belum sepenuhnya menjadi jawaban akan permasalahan ini. Setidaknya ada beberapa hal yang menjadi hambatan akan semua ini.

Berikut ulasan APPI kepada INDOSPORT akan permasalan yang melanda pemain profesional:

128