Sepakbola Indonesia baru kembali bergeliat pasca pencabutan pembekuan dan sanksi FIFA. Turnamen jangka panjang Torabika Soccer Championship (TSC) pun diluncurkan untuk menghapus dahaga dan kerinduan pecinta sepakbola nasional.
Sayangnya ajang tersebut dinodai dengan ulah sebagian suporter yang menciptakan kericuhan baik di dalam maupun luar stadion. Dalam dua bulan terakhir, tercatat ada sekitar kasus yang bahkan menelan korban jiwa.
Laga Persegres Gresik United vs PS TNI, Minggu (22/05/16) lalu di Stadion Petrokimia berakhir ricuh. Dalam bentrokan tersebut setidaknya 48 orang harus dilarikan ke rumah sakit. Bahkan 15 diantaranya harus mendapat pertolongan di ruangan Unit Gawat Darurat.
Masih di bulan yang sama, salah seorang Jakmania, Muhammad Fahreza dan pendukung PSS Sleman, Stanislaus Ghandhang Deswara harus meregang nyawa saat terjadi kericuhan. Keduanya diduga tewas akibat menjadi korban pengeroyokan oknum polisi dan kelompok suporter dari tim yang berbeda.
Teranyar laga Persija vs Sriwijaya harus dihentikan kerena kondisi keamanan yang tidak kondusif. Bentrokan suporter kembali terjadi di laga tersebut, lantas apa yang harus dilakukan untuk membuat para pendukung tersebut tetap adem saat mendukung tim kesayangannya?
Berikut INDOSPORT mengulasnya.