4 Kontroversi Milomir Seslija di Arema Cronus
Sejak era kepelatihannya, karakter permainan Arema mulai bergeser dengan mengutamakan tiga poin, dan perlahan menepikan permainan cantik.
Hal itu terindikasi dari tren kemenangan tipis yang berbanding lurus dengan perolehan poin Arema secara maksimal.
Entah akibat faktor penurunan fisik atau memang sengaja bermain pragmatis, sejak berlaga di Bulan Ramadhan Arema Cronus hanya memetik kemenangan dengan skor tipis.
Suporter pun mulai resah dan menilai permainan Cristian Gonzales dkk tak menghibur, terutama terlihat dari sepinya kehadiran penonton pada dua laga terakhir kala menjamu Persipura dan Semen Padang.
Selama bulan puasa, tim berlogo kepala singa memang maksimal secara hasil akhir, dengan meraup tiga kemenangan dan satu imbang.
Namun, di sisi lain produktifitas gol menurun drastis dengan mencatat rataan 0,75 gol per laga, hasil dari kemenangan 1-0 atas PSM Makassar, Persija Jakarta dan Semen Padang, serta sekali imbang tanpa gol lawan Persipura.
Hal itu berbanding terbaik dengan statistik rataan 1,8 gol per laga yang dicatatkan di lima pekan awal TSC, saat mengalahkan Persiba Balikpapan 2-0, Bhayangkara SU (3-0), Gresik United (3-1), serta satu kali kalah 1-2 dari Mitra Kukar dan imbang tanpa gol kontra Madura United.