'Jangan Jual Milan ke Investor China!'

Jumat, 8 Juli 2016 00:59 WIB
Editor: Irfan Fikri
 Copyright:

Konsorsium asal China pimpinan Robin Li, pendiri dan pemimpin penyedia mesin pencari terkemuka China, Baidu dikabarkan telah mendapatkan saham mayoritas AC Milan.

Tetapi pengusaha asal Thailand Bee Taechaubol yang juga dikabarkan siap ambil alih 48 persen saham Milan menyatakan bahwa kabar ini hanya bohong belaka.

“Ini (kabar penjualan Milan ke investor China) hanya ulah para broker keuangan," ucap Taechaubol, atau yang akrab disapa Mr Bee, dilansir dari Football Italia.

Ia menegaskan bahwa Berlusconi bakal merugi jika melepas saham Milan ke perusahaan China yang hanya berfikir keuntungan profit sesaat.

"Aku lebih suka jika akan tetap ada orang Italia yang memiliki saham Milan, buka mayoritas dimiliki pengusaha luar negeri. Klub ini milik Presiden Berlusconi, yang mendedikasikan hidupnya untuk Milan. Dia tahu apa yang harus dilakukan untuk Milan,” jelas pengusaha yang bergerak di sektor properti itu.

"Aku (membeli saham) di sini hanya untuk membantu Milan dari sisi modal, bukan hanya faktor bisnis semata karena saya adalah pebisnis yang sudah sukses di industri lainnya,” ucap Mr Bee yang mengaku fans sejati Milan ini.

Mr Bee mengaku sempat ingin membeli saham Milan hanya 48 persen saja, sisanya akan tetap dimiliki oleh Berlusconi. Hal ini berbeda dengan investor China yang ingin akuisisi mayoritas hingga 80 persen.

"Saya lebih memahami sepakbola Italia. Saya melihat bahwa Milan adalah ikon sepakbola Italia dan salah satu klub terbesar dunia. Namun jika melepas saham mayoritas maka itu akan merusak merek dari AC Milan itu sendiri karena tak ada pemilik dari Italia,” tegas ia.

Jika konsorsium asal China tersebut jadi membeli saham Milan maka wewenang Berlusconi di klub sangat kecil nantinya.

“Kami hanya sebatas investor, membantu dari sisi keuangan, tapi biarkan  Presiden Berlusconi masih memiliki Milan,” tutupnya.

9