Bek Liverpool, Mamadou Sakho sebelumnya dianggap telah menggunakan beberapa obat yang bertujuan untuk meningkatkan staminanya saat pertandingan Liga Europa melawan Manchester United pada tanggal 17 Maret lalu.
Hal ini membuat pihak klub maupun negaranya, Prancis enggan menggunakan jasa Sakho usai dirinya benar-benar dinyatakan positif menggunakan doping. Dampak lainnya adalah, bek berusia 26 tahun ini dicoret oleh pelatih Prancis, Didier Deschamps untuk turut berjibaku di Euro 2016.

Mamadou Sakho (jaket merah) mendapat larangan bermain di sisa musim 2015/16 kemarin.
Tidak hanya itu, ia juga pernah dihukum larangan bermain selama 30 hari oleh UEFA, barulah setelah diperiksa lebih lanjut, Sakho dinyatakan bebas dari kasus doping tersebut pada akhir Mei lalu, namun beberapa kalangan masih menilai dirinya masih belum benar-benar teruji.
Kini, setelah dinyatakan pemeriksaan ulang, Mamadou Sakho terbukti anti-doping dan obat yang ia gunakan merupakan obat untuk membakar lemak. Ia pun dibebaskan dari kasus ini oleh UEFA dan diperbolehkan untuk kembali membela Liverpool maupun Prancis.
Untuk meresmikan pembersihan kasus ini, UEFA juga memberikan surat keterangan yang berisi:
“Independen UEFA Control, Etika dan Badan Disiplin (CEDB) telah bertemu di Paris dan mencapai keputusan yang berkaitan dengan proses tuduhan terhadap pemain Liverpool, Mamadou Sakho yang terjadi dalam pertandingan Liga Europa antara Manchester United dengan Liverpool pada 17 Maret 2016.
Proses terhadap Mr. Sakho terhadap pelanggaran anti-doping, UEFA menetapkan sang pemain gagal tes doping (tidak positif) pada pertandingan yang disebutkan di atas.
Setelah menggelar rapat dan mendengarkan pendapat dari berbagai pengacara si pemain serta ahli dari laboratorium WADA-terakreditasi, dalam kasus ini, CEDB telah memutuskan untuk membatalkan kasus ini.”