Daniel Agger mengungkapkan pengalahgunaan obat-obatan yang dia alami. Mantan pemain Liverpool ini berharap pengalamannya bisa dijadikan pelajaran oleh rekan seprofesi.
Pemain bertahan Denmark ini hanya mampu bermain selama 29 menit saat membela Brondby berhadapan FC Copenhagen 08/03/15 lalu.
Dilansir dari Dailymail, seminggu sebelum pertandingan Agger mengaku mengonsumsi dua pil anti peradangan Celebrix, tiga kali sehari. Obat ini biasa digunakan untuk mengatasi rasa ngilu otot akibat rematik dan tidak boleh diminum lebih dari tiga hari berturu-turut.
Diwawancara oleh koran lokal Denmark, Agger berbagi cerita tentang efek konsumsi berlebih obat itu. Dia selalu merasa lelah dan tertidur bahkan untuk perjalanan singkat ke Copenhagen kala itu.
Pria 31 tahun itu pun memilih minuman berenergi dan kafein untuk bisa membuatnya segar.
Sayangnya, pilihannya itu malah memperburuk keadaan. Bahkan Agger tak ingat harus dipapah ke ruang kesehatan sesaat setelah keluar dari lapangan.
"Kurasa itu adalah cara badanku mengirim sinyal bahwa konsumsi obat yang kulakukan sudah berlebih," kata Agger.
Saat merumput di Liverpool, penyalahgunaan obat ini berdampak besar pada posisinya di tim. Brendan Rodgers, pelatih Liverpool saat itu pernah mempercayai Agger sebagai wakil kapten Steven Gerrard di musim 2013/14 tapi sebulan setelah musim baru datang Rodgers pun berubah pikiran.
"Dalam waktu 42 hari aku turun dari bek utama menjadi pilihan keempat," kata Agger yang terhitung sejak bulan lalu sudah gantung sepatu.
Kariernya di Liverpool pun ditutup karena cedera yang dialaminya. Cedera yang menyebabkan sakit punggung sejak 2007. Inilah salah satu alasan Agger memutuskan pensiun. Dengan berbagi pengalaman pahitn akibat menganggap enteng konsumsi obat-obatan anti nyeri, Agger berharap pemain lain dapat menghindari hal serupa.