Menilik Rekam Jejak Tiga Calon Ketua Umum PSSI

Kamis, 11 Agustus 2016 08:06 WIB
Editor: Ahmad Priobudiyono
 Copyright:
Letjen Edy Rahmayadi

Sebagian voters (pemilik hak suara di PSSI) melalui K85 yang diisi oleh 92 pemilik hak suara, secara gamblang telah mengusung nama Letnan Jenderal Edy Rahmayadi, yang juga Presiden Direktur PS TNI untuk menjadi calon ketua umum.

“Saat ini saya diminta jadi ketua K85 dengan 92 voter dan Asprov. Jika ke depan saya dicalonkan jadi Ketum PSSI, iya Alhamdulillah, saya akan pikirkan lagi,” ujar Letjen Edy Rahmayadi.

Letnan Jenderal Edy Rahmayadi adalah seorang perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang ditugaskan menjadi Pangkostrad. Ia lulusan akademi militer tahun 1985 berpengalaman dalam bidang infanteri (merupakan pasukan tempur darat utama yaitu pasukan berjalan kaki yang dilengkapi persenjataan ringan, dilatih dan disiapkan untuk melaksanakan pertempuran jarak dekat).  

Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad) sendiri sejauh ini masih enggan menanggapi rencana diusungnya Edy sebagai calon Ketum PSSI yang baru. Namun, jika menilik aturan, Edy diwajibkan mengundurkan diri dari TNI jika terpilih.

"Sejauh ini masih wacana. Kalau masih wacana saya belum bisa menjawab. Tapi jika memang terpilih harus begitu, harus ikuti aturan (mundur). Dia akan menjabat kalau diminta masyarakat dan tentu mengikuti masyarakat,“ ujar Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat, Brigadir Jenderal M Sabrar Fadhilah.

Sepak terjang Letjen Edy Rahmayadi di bidang sepakbola dimulai ketika ia menjadi Pembina bagi klub asal kampung halamannya, PSMS Medan. Tentara 55 tahun tersebut datang disaat klub tersebut sedang dalam keadaan terpuruk.

Ditangan Edy Rahmayadi PSMS perlahan bangkit hingga akhirnya meraih gelar juara Piala Kemerdekaan di 2015 lalu. Para pemain pun mendapatkan hak dan klub tersebut kembali dieluk-elukan. Saat akan berlaga di Piala Jenderal Sudirman 2016, seluruh skuat PSMS Medan kemudian diboyong dan bermain atas nama PS TNI.

PS TNI sendiri tampil cukup baik di Piala Jenderal Sudirman hingga kemudian klub tersebut mengakuisisi klub asal Papua, Persiram Raja Ampat untuk mengarungi kompetisi TSC A 2016. Letjen Edy Rahmayadi kemudian dipercaya menjadi Persiden Direktur klub. Sementara itu PSMS Medan tidak melanjutkan kerjasamanya dengan PS TNI dan memilih berpisah serta berpartisipasi di TSC B (Divisi Utama).

683