Turnamen merdeka, atau kerap disebut Pestabola Merdeka, merupakan turnamen sepakbola yang digelar untuk memperingati hari kemerdekaan Malaysia, yang jatuh pada 31 Agustus. Dahulu Indonesia terlibat aktif di dalamnya, mengikuti Turnamen Merdeka dari 1957 hingga 2008, kala Indonesia masih disegani sebagai Macan Asia.
Namun perhelatan itu tak lagi digelar oleh Malaysia. Padahal jika Turnamen Merdeka masih ada, negara-negara yang terlibat bisa menjadikannya ajang pemanasan, untuk mengikuti turnamen yang lebih bergengsi, dam menilik tolok ukur kekuatan timnas negara masing-masing.
Salah satu momen yang dikenang terjadi di Turnamen Merdeka 2006, yang bertempat di Stadion Shah Alam, Selangor, Malaysia. Kala itu Indonesia masih memperlihatkan sisa kekuatan Macan Asia, yang disegani lawan-lawannya, dan Malaysia masih inferior di hadapan Skuad Merah Putih.
Peringkat dunia sudah membuktikan bahwa Indonesia ‘sedikit’ lebih baik dari Malaysia, yang menempati peringkat 148 dunia, sementara Indonesia ada di peringkat 146. Bahkan di perhelatan Turnamen Merdeka 2006, Indonesia tak pernah menuai kekalahan hingga kalah di final oleh Myanmar.
Apa yang terjadi di Turnamen Merdeka 2006 antara Malaysia dengan Indonesia? Berikut INDOSPORT mengulasnya dalam tajuk, pertandingan klasik: