Silvio Berlusconi hampir 30 tahun lamanya berkuasa menjadi orang nomor satu di klub papan atas Serie A Italia, AC Milan. Selama itu, Berlusconi menjabat sebagai Presiden Milan.
Kekuasaan mantan Perdana Menteri Italia itu akhirnya runtuh. Ia resmi melepas 99,93 persen saham Milan ke seorang pengusaha asal China, Yonghong Li, pada akhir Agustus lalu.
Konsorsium asal China itu melepas harga sebesar 740 juta euro atau setara Rp10,7 triliun. Total biaya tersebut nantinya akan dibayar tiga kali angsuran, yaitu mulai dua pekan ke depan, September dan November 2016.
Dalam kesepakat akuisisi saham, Yonghong Li kabarnya akan mengalirkan dana investasi sebesar 350 juta euro atau setara Rp5 triliun untuk tiga tahun.
Keputusan itu membuat Berlusconi pensiun dari dunia sepakbola, dan meninggalkan jabatannya sebagai Presiden Milan.
Hal itu membuat bintang anyar Manchester United, Zlatan Ibrahimovic merasa sedih. Ia mengucapkan salam perpisahan kepada Berlusconi dalam sebuah foto yang diunggah Ibrahimovic melalui akun Instagram pribadinya, @iamzlatanibrahimovic.

Zlatan Ibrahimovic mengucapkan perpisahan kepada Silvio Berlusconi.
"Seorang bos yang mengakui dirinya bos," tulis Ibrahimovic dalam caption foto dirinya bersama Berlusconi.
Ungkapan Ibrahimovic merupakan sebuah gambaran tentang karakter Berlusconi. Maklum saja, pria yang kini berumur 79 tahun tersebut selalu mengaku dirinya memiliki banyak uang dan wewenang, kala menjabat sebagai Presiden Milan serta Perdana Menteri Italia.
Sampai-sampai, ia berhasil lepas dari tuduhan skandal seks dan catatan kriminal yang pernah menyelimuti dirinya.
Contohnya, Berlusconi terlepas dari tuduhan melakukan penipuan pajak, penggelapan uang, dan penyuapan dari seorang gadis bernama Karima Ruby el Mahroug.
Lebih lanjut, ia juga terbebas dari sebuah skandal seks kala berfoto dengan model seksi Noemi Letizia, di perayaan ulang tahunnya yang ke-18.
Ibrahimovic sendiri memiliki hubungan baik dengan Berlusconi. Pasalnya, pemain yang akrab disapa Ibra itu pernah membela Milan selama satu musim (2011-2012).