Irman Gusman, Tersangka Korupsi yang Gila Bola
Dalam penutupan turnamen Irman Gusman Cup tersebut, Irman menyempatkan diri berbicara soal masa depan sepakbola Indonesia, termasuk kisruh yang sempat melanda PSSI.
Irman ingin berpartisipasi dalam membangun olahraga tanah air khususnya sepakbola. Pria kelahiran 11 Februari 1962 ini mengutarakan pendapatnnya kepada para petinggi PSSI.
Menurut Isman, PSSI sudah seharusnya segera memperbaiki diri. Ditambah lagi pasca pembekuan, PSSI wajib untuk membangkitkan kembali persepakbolaan Indonesia.
“Kepada para pengurus di pusat maupun di daerah, saya berharap untuk dapat menciptakan iklim positif untuk dunia sepakbola Indonesia,” kata Irman Gusman pada saat menghadiri penutupan turnamen Irman Gusman Cup (IGC) 2016 di Stadion Haji Agus Salim, Padang.
Terkait skuat Timnas Indonesia di masa mendatang, Irman memberikan masukan yang cukup menarik. Demi membangun Timnas yang kuat, Irman ingin pembinaan pemain usia dini menjadi ujung tombak.
Bagi Irman, menyelenggarakan kompetisi dengan regulasi dan peraturan yang jelas merupakan salah satu cara untuk mencapai mimpi tersebut. Kompetisi itu juga nanti harus bebas dari berbagai permasalahan, seperti kericuhan dan masalah lainnya.
“Saya mungkin bisa bilang IGC ini cukup sukses, dengan persiapan yang kilat. Panitia mampu tercatat ke dalam rekor MURI sebagai turnamen dengan peserta terbanyak se-Asia,” terang Irman.
“Pelaksanaan turnamen IGC juga aman dan tidak pernah terjadi kericuhan antar pemain maupun suporter. Ini bisa menjadi contoh bagaimana membangun sebuah sistem persepakbolaan,” pungkasnya.
Irman membeberkan bahwa jika dunia sepakbola dirancang dan dilaksanakan dengan lancar dan baik, maka bukan tak mungkin masyarakat dan sponsor akan ikut berpartisipasi dengan sendirinya.
“Sehingga tidak akan ada kendala dalam menjalankan beberapa kegiatan dalam mewujudkan prestasi sepakbola Indonesia,” tuntasnya.