3 Hal yang Dilakukan Atletico jika Ingin Permalukan Barcelona
Barcelona merupakan salah satu klub yang terkenal dengan teknik tiki-takanya. Teknik ini sendiri memiliki ciri utama banyak umpan-umpan pendek dan pergerakan dinamis dari para pemainnya.
Penggunaan formasi ini pun membuat sebuah tim akan mendominasi penguasaan bola sepanjang pertandingan, atau dalam istilah Inggrisnya, possesion football.
Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi tiki-taka ini sendiri adalah dengan menerapkan permainan bertahan, sambil mengandalkan serangan balik cepat. Hal ini pun pernah ditunjukan Jose Mourinho ketika masih melatih Inter Milan.
Saat itu, Inter mampu meredam keperkasaan Barca dengan tiki-takanya dalam leg kedua babak semifinal Liga Champions 2009/2010.
Bila ingin mendulang apa yang dicapai Inter tersebut, Atletico pun bisa menerapkan strategi bertahan yang pernah dilakukan Mourinho tersebut. Caranya, salah satunya dengan menerapkan formasi 4-1-4-1.
Mengapa harus menggunakan formasi 4-1-4-1? Hal itu karena formasi ini merupakan formasi yang paling strategis untuk bertahan dan juga fleksibel apabila melakukan serangan balik.
Ketika pemain Barca menguasai bola, empat bek Atletico bisa mendapat bantuan dari satu gelandang bertahan. Posisi gelandang bertahan itu pun layak disematkan untuk Koke, mengingat pemain asal Spanyol ini memiliki kemampuan mempertahan bola yang baik, meskipun postur tubuhnya tidak terlalu tinggi.
Di lini serang sendiri, Antoine Griezmann akan menjadi satu-satunya andalan. Hal itu pun diprediksi tidak akan menyulitkan mengingat pemain berkembangsaan Prancis ini, memiliki kemampuan untuk melakukan penetrasi ke jantung pertahanan lawan, ditambah dengan akurasi tembakannya yang mencapai 67%.
Selain itu, tugasnya sendiri akan dipermudah dengan empat orang gelandang yang selain mengantisipasi serangan Barca, juga bertugas untuk memberikan aliran bola bagi Griezman untuk mempermudahnya mencetak gol.