Pemain kelahiran Liverpool, 58 tahun silam ini seperti dilansir dari Daily Mail mengajukan protes terhadap gelar Most Excellent Order of the British Empire (MBE) yang biasa diberikan oleh kerajaan Inggris.
Gayle meminta agar penggunaan kata Empire di gelar tersebut untuk dihapus. Alasannya kata Gayle, jika kata tidak dihapus maka sama saja ia melakukan pengkhianatan untuk perjuangan para budak kulit hitam.
"Bagi saya, itu sama saja melawan prinsip-prinsip perjuangan. Jika memang mereka menerima orang kulit hitam, maka kata tersebut harus dihapus," kata Gayle.
Bagi Gayle, penghapusan kata Empire tersebut teramat penting karena bertujuan agar semua orang paham bahwa bentuk-bentuk kolonialisme harus dihapus dari semua sendi kehidupan.
"Bagi bangsa Afrika, Empire telah membuat mereka menderita. Mereka kehilangan nyawa, harta benda, dan lain sebagainya," kata pemain pernah bermain untuk Fulham, Newcastle, Sunderland, dan Stoke City tersebut.
Penolakan gelar bangsawan yang dilakukan oleh Gayle sebenarnya bukan kali pertama, sejumlah publik figure lainnya juga pernah menolak gelar bangsawa tersebut.
Pada 2000, musisi jazz, David Bowie menolak gelar MBE yang akan diberikan kepadanya. Selang satu tahun kemudian, Chief terkenal Inggris, Nigella Lawson juga menolak gelar OBE.