Sepakbola Indonesia Ingin Cetak Generasi Emas, Wajib ada Sosok Seperti Michel Sablon

Selasa, 25 Oktober 2016 19:17 WIB
Editor: Galih Prasetyo
 Copyright:
Pembangunan pemain muda

Senada dengan Sablon, Indra Sjafri ialah pelatih yang sangat percaya bahwa Timnas negara ini tidak berbangun dari pemain senior. Pemain muda yang paling utama. 

"Di level usia dini, seharusnya jangan terlalu diarahkan pada prestasi atau ajang-ajang seperti piala-piala yang sudah-sudah. Anak-anak harus bahagia dulu dengan bola, bukan dituntut untuk menang," kata Indra seperti dilansir dari Detik.com

Maka tidak mengherankan jika Sablon menyebut bahwa saat ia membangun pemain muda di Belgia, ia memberikan keluasaan bagi para pemain muda yang bina. 

"Ambisi saya ialah untuk bisa mendapat banyak waktu untuk mengembangkan anak-anak muda. Romelu Lukaku misalnya, ia memulai sejak usia 13 tahun. Saat itu, dia bukan pemain yang bagus secara teknis, dia hanya cepat dan kuat. Kami memoles dirinya," kata Jean Kindermans, pelatih tim muda tim Anderlecht, salah satu pelatih yang sangat percaya dengan metode Sablon. 

Indra pun sepemikiran dengan Sablon dan Kindermans serta pelatih di Belgia yang menginginkan sepakbola di usia muda ialah tentang kebahagiaan. 

Kindermans mengakui di Anderlecht, tiap harinya ada 220 anak muda berlatih, mereka semua bermimpi untuk bisa mencapai karier profesional. 

"Saya jelaskan ke mereka, hanya ada 10 persen yang bisa melakukan itu. Tapi saya katakan kepada mereka, itu bukan masalah besar," kata Kindermans.

Bagi Kindermans, apa yang ia lakukan di Anderlecht kesemuanya berasal dari pemikiran Sablon. Michel Sablon bagi Kindermans ialah seorang visioner yang brilian. 

Menariknya Sablon pun dilirik oleh negeri tetangga kita, Singapura. Sablon ditugaskan untuk membangun sepakbola di negeri itu. Sablon diundang karena menurut federasi sepakbola Singapura, budaya olahraga dan sepakbola di negeri ini mulai tumbuh dan berkembang. 

Lantas bagaiamana dengan sepakbola nasional? Masih ingin berkutat pada masalah klasik atau memilih untuk melakukan revolusi dalam sepakbola? 

304