Dunia sepakbola Indonesia tercoreng dengan beberapa aksi tak terpuji pemain yang mengasari wasit yang dianggap merugikan tim mereka. Para pengadil lapangan tersebut mendapat intimidasi luar biasa di atas lapangan, perkataan kasar, pengejaran, hingga perlakuaan kasar yang tak masuk diakal justru dilakukan banyak pemain dalam pertandingan sepakbola di Indonesia.
Parahnya lagi, perlakuan kasar pada wasit banyak dilakukan para pemain yang berlaga di kompetisi resmi, bukan pertandingan sepakbola antarkampung. Para pemain ini tampak melupakan permainan fair play dan justru meluapkan emosi mereka pada wasit yang seharusnya dihormati dalam pertandingan.
Minimnya pengetahuan mengenai kedudukan wasit di atas lapangan membuat para pemain di Indonesia tampak leluasa memberikan intimidasi kepada wasit. Sanksi yang lemah tampaknya menjadi latar belakang aksi kekerasan pada wasit tak pernah berhenti di Indonesia.
Dalam salah satu kesempatan, mantan striker Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto pernah mengungkap alasan di balik keputusan wasit di Indonesia yang kadang berat sebelah.
“Saya pernah tanya kenapa mereka (wasit) memberikan keputusan yang berat sebelah, saya tanya dibayar berapa mereka, namun merka bilang saya gak dibayar tapi kamu mau tanggung keselamanatn saya, kalau sudah bicara gitu kita mau dibilang apa,” ujar mantan striker Timnas Indonesia tersebut kepada INDOSPORT beberapa waktu lalu.
Kejadian pengeroyokan kepada wasit kembali terulang di ajang Liga Nusantara saat pemain PS Benteng bahkan dengan tega menginjak kepala wasit. Di luar kejadian tersebut, berikut INDOSPORT merangkum lima aksi intimidasi yang dilakukan kepada wasit di Indonesia.