Sensasi Vicky Vette, dari Timnas Indonesia hingga Keputusan Berkarier Jadi Bintang Porno
Vette lahir pada 12 Juni 1965 di sebuah kota kecil di Norwegia bernama Stavanger. Beranjak dewasa Vette pindah ke Amarika Serikat. Vette kecil lahir dan besar dari keluarga baik-baik. Ia bahkan sempat menjadi petugas kebersihan di sebuah gereja.
“Anda akan tertawa jika mengetahui pekerjaan saya dulu. Saya adalah petugas kebersihan gereja,” ucap ucap Vette dalam wawancaranya kepada Barelist.
Namun, lanjutnya, semuanya tak berjalan baik, karena ketika kerjanya mulai tak diawasi, ia malah asyik pacaran dan minum anggur bersama pacar di altar gereja. “Ya mulai saat itu saya adalah seorang anak yang liar,” ucap ia.
Vette juga sempat bekerja sebagai akuntan di sebuah perusahaan sejak ia berusia 18 tahun. “Saya bekerja 70-80 jam per minggu. Mengawasi anggaran perusahaan, produksi, pengiriman dan penjualan barang,” ujar ia.
Namun meski aktif bekerja ia juga sangat hobi berkunjung ke klub malam. Ia mengakui seperti menjalani kehidupan ganda. Siang hari ia lakoni seperti pekerja kantoran yang pemalu, namun malam hari ia menjelma liar di dunia malam.
Hingga pada usia 32 tahun, Vette memutuskan untuk berhenti bekerja untuk orang lain.
”Terlalu banyak aturan dari bos saya. Saya putuskan berhenti, dan kala itu saya punya mimpi dengan suami saya saat itu untuk mandiri membangun usaha dan bisnis kontruksi agar dapat membangun rumah impian,” tutur ia.
Namun keluarga harmonis impiannya jauh dari harapan. Dia kerap bertengkar dengan suaminya. Hingga pada Februari 2003, ia berniat menyalurkan hobinya berbikini dan berpose nyaris bugil di kesehariannya, dengan mengajukan tawaran foto dan video film dewasa.
“Video pertama saya dirilis seminggu sebelum ulang tahun ke-38 saya. Sebelumnya, banyak fotografer yang tak ingin menjadikan saya model hanya karena usia saya, tanpa pernah bertemu langsung dengan saya,” jelasnya.
Kariernya di industri pornografi mulai naik setelah ia memenangkan kontes foto amatir di majalah dewasa Hustler. Meski menginjak usia paruh baya, ia makin banjir tawaran bermain film dewasa dan tawaran foto di majalah khusus dewasa. Seiring makin dikenal di industri ini, ia lantas mencoba mengola situs berbayar.