In Depth Sports

Revolusi Budaya Penerus Mao Tse Tung di Tim Nasional China

Senin, 26 Desember 2016 16:27 WIB
Editor:
 Copyright:

16 Mei 1966, Mao Tse Tung meluncurkan salah satu eksperimen sosial terbesar di dunia yakni revolusi kebudayaan di China. Tokoh komunis China itu memandang negerinya harus melaksanakan revolusi besar-besaran di segala bidang, tujuannya mengembalikan China ke ajaran Maoisme yang menurut Mao dianggap semakin luntur. 

50 tahun setelah revolusi itu dijalankan oleh China, negeri tersebut memang menjelma jadi negara yang bakal menguasai dunia di segala bidang, tak terkecuali di bidang sepakbola. 

Revolusi kebudayan pun tengah dijalankan oleh penerus Mao Tse Tung, Presiden Xi Jinping di ranah lapangan hijau. Xi Jinping didukung penuh oleh Sekretaris Jenderal Partai Komunis China, partai satu-satunya dan paling berkuasa di sana. 

Mereka memiliki obsesi untuk membangun prestise bahwa sepakbola China sebagai negara komunis memiliki kekuataan yang disegani. John Lee dalam tulisannya di Forbes menyebut bahwa Xi Jinping mendapat laporan lengkapm dari politbiro partai Komunis terkait perkembangan sepakbola China. 

Gemerlapnya Liga Super China dengan datangnya banyak pemain top Eropa jadi salah satu kebijakan pemerintah China untuk membangun sepakbola mereka. Xi Jinping dan anggota politbiro Komunis tentu sangat malu melihat prestasi Tim Nasional mereka. 

Tim Nasional China memang di rentang waktu beberapa tahun terakhir hanya memang tak memiliki kemajuan berarti. Tidak hanya di level senior, di level tim muda pun China tak berkutik. 

Pada 2013 lalu misalnya, Timnas China U-23 dipermalukan 1-5 oleh Thailand di kandang sendiri. Bahkan di rangking FIFA, China sempat berada di antara negara yang secara kultur sepakbola lebih buruk dari mereka yakni peringkat 93, persis diantara Botswana dan Kepulauan Faroe. 

Setahun setelah hasil memalukan itu, Xi Jinping turun tangan. Ia pun membuat blue print membangun Tim Nasional China. Gol besarnya ialah menjadi raksasa di sepakbola internasional. 

Xi Jinping jalankan kebijkan keras untuk mewujudkan itu. Layaknya Mao Tse Tung yang mengerahkan ribuan anggota pasukan merah untuk mewujudkan revolusi kebudayaan, Xi Jinping pun melakukan hal serupa. 

Slogan pasukan merah saat revolusi budaya 1966 seperti 'Ciptakan dunia baru' dan 'Hancurkan dunia lama' diaplikasikan oleh Xi Jinping dan pengurus federasi sepakbola China. April 2015, Xi Jinping meluncurkan program 'Reformasi Sepakbola China dan pengembangan secara keseluruhan'. 

Pembangunan Tim Nasional dengan penekanan pada sisi profesional sepakbola dipadupadankan dengan sisi bisnis. Dua sisi mata uang yang membuat Tim Nasional China bersiap untuk jadi raja baru di kancah sepakbola internasional. 

Hal-hal apa saja yang dilakukan penerus Mao Tse Tung untuk menjadikan Timnas China jadi timnas kuat? Berikut analisisnya untuk pembaca setia INDOSPORT: 

220