Bursa Transfer

Lika-liku Bursa Transfer dan Jalan Terjal yang Harus Dilalui

Rabu, 28 Desember 2016 19:29 WIB
Penulis: Gregah Nurikhsani Estuning | Editor: Irfan Fikri
 Copyright:
Sejarah

“England is a home of football”. Pernah mendengar statement seperti itu? Kalau kita menilai dari satu sisi saja, mungkin pernyataan tersebut terkesan egois dan memaksakan. Sepakbola memang bisa lahir dari mana saja.

Asal ada benda bulat yang bisa ditendang, maka sebut saja itu sepakbola. Tapi kita harus mencoba jauh lebih arif dari biasanya. Dari segi sistem, bisa jadi memang Inggris lah pencetus sepakbola modern karena Inggris beberapa kali tercatat sebagai pionir penting dalam perkembangan sepakbola, salah satu contohnya yaitu mengenai Transfer Windows/Registration Period.

Tahun 1885 FA resmi membentuk Player Registration System (sistem registrasi pemain) dimana sebuah klub diwajibkan untuk mendaftarkan pemainnya sebelum mengikuti kompetisi dengan tenggat waktu yang telah diberikan.

Artinya, seorang pemain tidak lagi bisa bermain di satu atau lebih pertandingan di klub yang berbeda dalam satu periode sebelum masuk lagi ke periode registrasi pemain. Sebelum tahun 1885, seorang pemain diperbolehkan untuk gonta-ganti klub, dan klub tidak bisa menahan keinginan pemain tersebut karena sistem kontrak pemain belum diberlakukan.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 1888, beberapa saat setelah Football League dibentuk (badan sepakbola yang mengatur jalannya kompetisi sepakbola di divisi di bawah Liga Primer Inggris, yaitu divisi Championship, League 1 dan League 2 setelah tahun 1992), mereka menerapkan sistem yang membuat klub dengan finansial tinggi tidak leluasa mendapatkan pemain agar tidak ada klub yang mendominasi liga. Sistem ini mungkin kemudian menjadi rujukan dibentuknya financial fair play (FFP) walaupun dengan latar belakang permasalahan berbeda.