Lika-liku Bursa Transfer dan Jalan Terjal yang Harus Dilalui
Ada satu hal yang perlu dicermati saat kalian membaca sebuah statement terkait transfer, yaitu statement itu sendiri. Perhatikan contoh-contoh statement berikut:
- Liverpool has agreed 2,000,000 pounds transfer offer from FC Bayern Munich for Pepe Reina.
- Pepe Reine agrees 5 year contract with FC Bayern Munich.
- FC Bayern Munich confirmed the signing of Pepe Reina from Liverpool with the fee 2 million pounds for 5 years.
Seringkali kita keliru mengartikan maksud dari statement-statement tersebut karena walaupun berkaitan, setiap statement di atas memiliki makna yang sangat berbeda. Statement pertama menyatakan bahwa Liverpool menyetujui proposal transfer yang diberikan kubu Munchen dengan nominal transfer 2 juta poundsterling. Itu artinya kedua klub baru sampai di sesi tawar menawar antar klub atau disebut Transfer Fee Arrangement.
Lalu statement kedua menyatakan bahwa Pepe Reina setuju dengan tawaran kontrak dengan FC Bayern Munchen. Ini baru perkara setuju mengenai kontrak, belum ada kata resmi. Sedangkan yang ketiga menyatakan bahwa Munchen telah resmi mendapatkan Pepe Reina dengan nilai transfer mencapai 2 juta pounds dan Pepe Reina di kontrak selama 5 tahun. Jadi ketiga statement tersebut jelas memiliki definisi yang berbeda.
Berikutnya akan dipaparkan tata cara atau urutan jual beli pemain. Hal pertama yang dilakukan oleh, contoh klub A, adalah dengan memberikan proposal transfer kepada misal klub B. Dalam proposal transfer tersebut, akan tertera nominal transfer tentunya. Klub A diperbolehkan untuk menambahkan klausul di dalamnya, misal, proses pembayaran, apakah cash, berjangka (ngutang/nyicil). Kemudian klausul lain seperti tambahan uang setelah si pemain yang bersangkutan bermain sebanyak sekian kali. Masih banyak klausul lain yang bisa ditambahkan dalam proposal transfer.
Berikutnya, anggap klub B menyetujui proposal transfer yang diajukan oleh klub B, maka proses transfer akan beralih menuju Club-to-player Contract Arrangement, yaitu negosiasi kontrak antara pemain yang bersangkutan dengan klub. Prosesnya hampir mirip dengan poin pertama diatas, hanya saja, di sesi ini klub akan menawarkan gaji serta durasi kontrak dengan pemain tersebut. Sejumlah klausul juga bisa ditambahkan di sesi ini.
Perlu diingat bahwa proses ini akan baru terlaksana jika si pemain bersedia pindah. Dalam beberapa kasus, ketika kedua klub sudah setuju dengan proposal transfer, pemain enggan untuk pindah meski belum ditawarkan kontrak. Hal ini biasa terjadi jika ada pemain yang beralasan tidak ingin bermain di klub yang lebih kecil atau karena masalah pribadi, semisal keluarga, atau ketidaksukaan dengan suatu klub tertentu, bisa karena faktor sejarah dan lain sebagainya.
Jika pemain sudah setuju dengan kontrak yang diajukan klub B, dia tinggal menandatangani kontrak tersebut dan resmi menjadi pemain baru di klub B.
Pernah mendengar istilah medical test atau tes medis? Tes medis biasanya dilakukan oleh pemain sebelum ia menandatangani kontrak. Seberapa penting sih tes medis ini? Sangat penting. Hal ini diberlakukan oleh klub untuk memastikan bahwa mereka tidak membeli kucing dalam karung.
Artinya, klub tentu tidak ingin merugi membeli pemain yang ternyata mengidap penyakit, mengkonsumsi obat doping, atau tengah mengalami cedera. Proses transfer bisa saja dibatalkan apabila dalam tes medis si pemain gagal menunjukkan bahwa ia dalam kondisi yang siap lagi stabil untuk mengikuti, setidaknya, beberapa laga awal di kompetisi. Lain cerita jika ia mengalami cidera ketika menjalani latihan pra-musim.