Bursa Transfer

Lika-liku Bursa Transfer dan Jalan Terjal yang Harus Dilalui

Rabu, 28 Desember 2016 19:29 WIB
Penulis: Gregah Nurikhsani Estuning | Editor: Irfan Fikri
 Copyright:
Izin Kerja

Transfer windows/registration period di suatu liga sudah pasti bakal melibatkan jual beli pemain antar negara, bahkan antar benua sekalipun (kecuali negara itu super rasialis sehingga tidak mengizinkan adanya pemain asing). Jika sebuah klub menemui hal demikian, maka ia akan berurusan dengan Work Permit.

Work Permit adalah istilah umum yang diberlakukan oleh otoritas berwenang kepada orang dimana orang tersebut diwajibkan untuk memiliki nya agar diperbolehkan bekerja (bahasa gampangnya, izin bekerja yang umumnya bekerja di luar negeri). Work permit sebenarnya tidak hanya berkenaan dengan sepakbola. Hal ini dapat ditemukan di banyak keadaan. Misalnya saja pekerja imigran.

Lalu kenapa dalam sepakbola juga ditemui work permit? Perlu ditanamkan pengertian bahwa pesepakbola juga lah pekerja. Mereka bekerja sebagai pemain sepakbola. Pesepakbola merupakan sebuah profesi, maka dari itu work permit diberikan kepada mereka pesepakbola asing yang bermain di bukan negaranya.

Di Uni Eropa, pekerja asing (dalam konteks ini adalah pesepakbola asing) dikategorikan sebagai imigran. Uni Eropa pun memiliki aturan yang ketat terkait izin kerja bagi imigran demi mencegah masuknya imigran gelap. Jika di Amerika Serikat ada istilah Green Card, maka di Eropa dikenal dengan nama Blue Card, yaitu semacam tanda bahwa seorang pekerja telah memenuhi kriteria tertentu agar ia tidak perlu lagi mengurusi work permit yang super birokratif.

Lalu bagaimana jika pesepakbola belum memiliki green card? Ya tentu saja ia harus melewati sejumlah birokrasi agar mendapat izin bermain sepakbola di Eropa. Secara umum, pesepakbola asing diwajibkan sudah berusia dewasa (antara 17 atau 18 tahun) agar bisa mendapat izin kerja.

Selebihnya akan diperiksa perihal keabsahan si pemain, mulai dari data pribadi, dan sebagainya. Jika lolos izin kerja, maka klub yang mengikat kontrak pemain yang bersangkutan diharuskan membayar sejumlah uang (antara 375 pounds – 750 pounds) dalam jangka waktu tertentu, ada yang 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun, untuk kemudian si pemain akan diperiksa lagi oleh otoritas yang memiliki hak memberikan izin kerja.

Pertimbangan lain yang mempermudah pemain mendapatkan work permit adalah pengalaman. Pengalaman disini diartikan apakah si pemain pernah tinggal di negara Eropa atau tidak. Biasanya, pemain yang demikian ditambah catatan bersih (tidak pernah terlibat perkara kriminal) akan lebih mudah mendapatkan Work Permit karena dinilai tidak memiliki potensi membahayakan stabilitas nasional.

Beberapa negara Eropa memiliki peraturan tersendiri. Dalam kaitannya dengan sepakbola, yang paling rumit untuk mendapatkan Work Permit adalah Inggris. Inggris mengharuskan pemain non-Uni Eropa untuk setidaknya memiliki kriteria sebagai berikut:

A player must have player for his country in at least 75% of its competitive A team matches of which he was available for selection, during the two years preceding the date of the application. (Seorang pemain sudah harus bermain di setidaknya 75% laga yang dimainkan oleh tim nasionalnya dalam dua tahun terakhir).

The player’s country must be at or above 70th place in the official FIFA world rankings when averaged over the two years preceding the date of the application. (Rangking negara pemain ybs harus berada di 70 besar rangking FIFA dihitung dari rata-rata 2 tahun belakangan).

Berbagai pengecualian pun muncul mengingat ketatnya aturan Work Permit di Inggris. Misalkan, pemain Indonesia ada yang dikontrak oleh Liverpool, sedang ia masih berusia 22 tahun, minim pengalaman bertanding bersama tim nasional senior, ditambah peringkat FIFA yang jauh dari ketentuan. Liverpool bisa mengupayakan Work Permit Appeal dengan, misalkan, meyakinkan otoritas terkait bahwa pemain tersebut bisa berdampak signifikan terhadap perkembangan sepakbola Liverpool, atau kualitas si pemain tidak bisa dibandingan dengan peringkat FIFA, dan lain-lain.

Di Inggris, work permit yang diberikan kepada seorang pemain memiliki jangka waktu selama 5 tahun. Jika sudah lewat 5 tahun, ia akan kembali diperiksa apakah memenuhi kriteria yang diperlukan atau tidak. Dalam kasus tertentu, pemain yang sudah lebih dari 5 tahun berada/bekerja di Inggris tidak lagi memerlukan work permit.

Kemudian akan timbul pertanyaan, bagaimana jika work permit yang diajukan sebuah klub terhadap pemain asingnya ditolak? Klub akan melakukan upaya work permit appeal, yaitu upaya banding ke badan terkait dengan menyertakan sejumlah alasan dan bukti yang menguatkan bahwa pemainnya bisa bekerja/bermain sepakbola.

Bagaimana jika masih gagal juga? Kasus ini pernah ditemui pada Carlos Vela (seperti diketahui, Meksiko adalah negara non Uni Eropa) kala direkrut Arsenal. The Gunners memang berhasil mengikat Vela dengan kotrak profesional, hanya saja, ia tidak mendapatkan izin kerja, yang artinya, ia tidak akan bisa dimainkan sebelum work permit berhasil ia dapatkan.

Arsenal menyiasatinya dengan meminjamkannya ke klub Uni Eropa lainnya (Real Sociedad – Spanyol) selama beberapa tahun. Dengan begini, Vela akan memiliki catatan serta pengalaman berada di negara Uni Eropa sehingga work permit bisa didapatkan.