Liga Primer Inggris

Filosofi Guardiola dan Ancaman Aguero dalam Kacamata Klopp

Jumat, 30 Desember 2016 10:04 WIB
Editor: Arief Rahman Hakim
 Copyright:

Pertarungan itu memang akan jadi hiburan tersendiri bagi pecinta sepak bola yang berada di Indonesia, karena berlangsung setengah jam setelah pergantian tahun. Terutamanya karena posisi kedua klub yang berdekatan satu sama lain, dan sama-sama diunggulkan untuk meraih titel Liga Primer, Inggris.

Laga kedua tim itu juga akan mempertemukan dua pertarungan dua pelatih, dengan filosofi bermain berbeda. Josep Guardiola di kubu Man City yang kental dengan filosofi ofensif, penguasaan bola, dan mendewakan permainan yang indah.

Gaya bermain itu akan dihadapi dengan filosofi Jurgen Klopp di Liverpool, yang bisa jadi anti-filosofi Guardiola, yakni gegenpressing atau counter pressing. 


Josep Guardiola punya ide bermain yang jelas.

Strategi ini memungkinkan lawan untuk menguasai bola, namun terus diberi pressing atau tekanan tinggi yang konstan dilakukan sepanjang laga, memaksa lawan melakukan kesalahan dan melancarkan serangan balik cepat.

Filosofi Guardiola itu pun mendapatkan pujian dari Klopp, yang sudah berpengalaman menghadapi Guardiola di Bundesliga Jerman, kala Bayern Munchen dan Borussia Dortmund bertemu. Menurut Klopp, Guardiola pelatih yang punya ide bermain jelas dan berpengaruh, di tiap klub yang dilatihnya.

"Bagaimana cara Pep bermain dengan Bayern tak lagi penting karena sekarang dia di Man City, dengan pemain yang berbeda, sistem yang berbeda. Johan Cruyff memulai total football dan Pep, menjadikannya sempurna dengan timnya di Barcelona," tutur Klopp di Liverpool Echo.

"Dia punya pengaruh besar di Bayern, permainan mereka sepenuhnya berubah, jadi, dia manajer yang luar biasa hebat, 100 persen. Anda bisa melihatnya di lapangan pertandingan, dia pelatih yang sangat berpengaruh dan punya ide jelas," paparnya.

Statistik Manchester City di Liga Primer Inggris hingga pekan 18.

Omongan Klopp bukan sekedar opini belaka, karena faktanya Man City memiliki penguasaan bola tertinggi kedua setelah Manchester United, dengan 1.116 poin. Seperti dilansir Squawka, dari penguasaan bola rata-rata 59 persen per laga, Man City dapat menciptakan peluang sebanyak 240 peluang.

Bukan hanya dari segi filosofi Guardiola yang diwaspadai Klopp. Peramu taktik asal Jerman itu juga mewaspadai comeback Sergio Aguero, yang kembali bermain setelah menjalani tiga larangan bermain karena kartu merahnya kala melakukan tekel horor kepada bek Chelsea, David Luiz.

"Dia (Aguero) kembali dan merupakan penyerang hebat. Saya selalu berpikir bahwa ia pemain yang cukup bertalenta. Sekarang, dia kembali dalam tim dengan pemain hebat lainnya, fakta itu takkan memudahkan kami bermain," imbuh Klopp.

"Tapi kami telah mengetahui sebelumnya dan bahkan, ketika dia tidak bermain, mereka tim yang luar biasa hebat. Dia hanya dapat mencetak gol jika seseorang memberikannya bola, kami harus mencegah operan itu dan bertahan dengan baik," tegasnya.

Sergio Aguero merupakan bomber yang tajam dan efektif dalam menyelesaikan peluang.

Wajar jika Klopp mewaspadai Aguero, pasalnya sebelum terkena kartu merah saat melawan Chelsea, bomber asal Argentina itu sudah mencetak 10 gol di Liga Primer. Aguero juga lihai dalam melewati lawan dengan persentase sukses melewati lawan sebesar 62,96 persen, akurasi tendangan sebanyak 59 persen, dan 47 persen tembakkan terjadi di dalam kotak penalti.

Klopp pun sudah menegaskan kepada anak-anak asuhnya, untuk membatasi suplai bola kepada eks penyerang Atletico Madrid itu, terutamanya untuk meminimalisir ancaman sejak lini kedua.