Dalam kongres tahunan PSSI di Bandung beberapa waktu lalu, muncul rancangan regulasi terkait pembatasan usia pemain yang rencananya akan diterapkan di ISL dan Divisi Utama. Berbagai reaksi muncul terkait rencana PSSI untuk membatasi usia pesepakbola yang berlaga di kancah kompetisi resmi tersebut.
Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, menyebut jika putusan mengenai penerapan regulasi pembatasan usia belum final. PSSI mengklaim diri terbuka untuk bernegosiasi dengan klub-klub ISL dan Divisi Utama.
"Seperti ISL, PSSI terbuka dialog tentang rancangan regulasi baru. Insya Allah dalam 1-2 minggu ini done di forum PSSI-Clubs Meeting,” ujar Joko Driyono kepada INDOSPORT.
“Teoritis begitu (regulasi pembatasan usia pemain belum final). Exco telah melakukan diskusi panjang tentang kebijakan ini. Sekarang masuk di tahap yang sangat penting, yaitu sosialisasi,” tambahnya.

Kongres PSSI di Bandung melahirkan rancangan regulasi pembatasan usia
Di sisi lain, pengamat sepakbola nasional, Anton Sanjoyo, berharap agar regulasi pembatasan usia ini tak menjadi permasalahan di kemudian harinya. Di satu sisi, Anton mendukung rencana penerapan regulasi tersebut karena dinilai dapat meningkatkan pembinaan para pemain-pemain muda yang belum mendapatkan kesempatan bermain.
“PSSI terbuka untuk negosiasi jadi semoga klub bisa memberi masukan. Jangan hanya protes di media saja. Regulasi ini perlu diuji coba paling tidak satu musim dan dievaluasi, seperti aturan untuk menjadikan pemain di bawah 23 tahun sebagai starter harus lebih dijelaskan jumlah menit bermain minimalnya,” ujar Anton saat dihubungi INDOSPORT.
Sebagai informasi, jika nantinya jadi diterapkan, rancangan peraturan tersebut akan membatasi penggunaan pemain berusia di atas 35 tahun menjadi dua orang. Klub-klub ISL juga harus memiliki lima orang pemain yang berusia di bawah 23 tahun dan harus dimainkan sebagai starter dalam pertandingan.

Bambang jadi salah satu pemain senior yang masih aktif bersama Persija
Sementara di Divisi Utama jauh lebih ketat lagi, klub-klub hanya boleh mengontrak lima pemain yang berusia di atas 25 tahun. Itu berarti, pemain-pemain yang merumput di klub ISL nantinya akan didominasi oleh pemain-pemain muda.
Tak dapat dipungkiri jika beberapa klub Indonesia yang akan berlaga di ISL masih mengandalkan para pemain gaek mereka yang berusia di atas 35 tahun sebagai ujung tombak tim. Hal tersebut tentunya menimbulkan kerugian bagi klub tersebut.
Para pemain andalan klub-klub Indonesia ini pun terancam tak dapat melanjutkan karier mereka sebagai pesepakbola di kompetisi level tertinggi Indonesia. Berikut INDOSPORT merangkum deretan pemain senior Indonesia yang tak dapat lagi memperkuat klubnya jika regulasi pembatasan usia jadi diterapkan PSSI.