5 Pesepakbola Hebat Indonesia yang Nasibnya Terancam Regulasi Pembatasan Usia PSSI
Mantan kapten Timnas Indonesia, Ponaryo Astaman tak khawatir jika nantinya regulasi pembatasan usia benar-benar diterapkan PSSI di ISL. Pengawa Pusamania Borneo FC (PBFC) tersebut tak merasa terancam meskipun ia menjadi salah satu pemain yang telah berusia di atas 35 tahun dan terancam tersingkirkan karena regulasi tersebut.
“Saya pribadi tidak masalah. Karena kuota di klub itu masih cukup bagi saya dan klub. Meski demikian, di usia sepeti saya ini harus berpikir untuk persiapan setelah pensiun. Harusnya sih, bagi pemain-pemain veteran lain sudah mulai berpikir untuk karier setelah pensiun," ujar Ponaryo.
Pemain kelahiran 25 September 1979 tersebut ternyata memiliki rencana lain untuk melanjutkan kariernya sebagai pelatih jika nanti sudah tak menjadi pesepakbola. Lisensi pelatih AFC B yang dimiliki menjadi jaminan Ponaryo untuk menekuni profesi baru sebagai pelatih jika nantinya tergusur karena penerapan regulasi usia.
Di luar profesinya sebagai pesepakbola yang masih aktif, Ponaryo yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemain Perofesional Indonesia (APPI) tersebut menilai positif keinginan PSSI untuk menerapkan aturan pembatasan usia di ISL. Ia menilai langkah tersebut tepat untuk melahirkan generasi pesepakbola muda untuk berlaga di ajang semacam SEA Games dan Asian Games.
“Memang terkait regulasi itu sudah sangat santer diberitakan. Meskipun sampai sekarang memang masih sekedar wacana. Yang artinya memang belum ada keputusan final dari regulasi ini,” ucap Ponaryo saat dihubungi INDOSPORT.
“Kita tampung aspirasi pemain yang terkena dampak dari regulasi ini. Nanti, akan kita diskusikan dengan PSSI untuk mencapai win-win solution. Yang penting ada komunikasi, jadi apa pun regulasi yang terlibat harus terlibat dalam komunikasi. Itu akan mengahasilkan keputusan yang fair,” tutupnya.