Silvio Berlusconi mungkin batal menjual AC Milan ke investor kaya raya dari China. Tidak jelasnya proses pembayaran membuat kubu Rossoneri semakin gerah dengan situasi ini, Jumat (03/03/17).
Hari ini para pemilik saham Milan akan melakukan pertemuan penting mengenai detail-detail penjualan. Tapi kabarnya, Berlusconi berniat membatalkan proses negosiasi jual beli.
Situasi ini sebenarnya tidak terjadi satu-dua hari belakangan, melainkan sejak pramusim kemarin. Ketidakjelasan yang berlarut-larut itu pula yang akhirnya membuat status 'sold out' belum bisa diketuk oleh manajemen Milan karena terus tertunda.
Kabarnya, semua proses akan selesai Jumat waktu setempat, tapi hingga kabar ini turun, seperti dilansir Football-Italia, pihak Sino-Europe Sports (SES), calon pemilik Milan, belum juga mampu menyiapkan dana yang disepakati sebelumnya, yakni senilai 320 juta euro (Rp4,5 triliun).
Milan sudah melonggarkan tenggat waktu hingga 7 April mendatang, hanya saja, syaratnya adalah SES wajib memberikan deposit senilai 100 juta euro atau setara Rp1,4 triliun per 10 Maret.
Harian La Repubblica mengatakan andai SES kembali gagal menyiapkan uang senilai yang diminta AC Milan, maka bukan tidak mungkin Berlusconi akan membatalkan proses jual beli. Artinya, ia akan tetap menduduki posisi tertinggi di Giuseppe Meazza hingga ia bisa menemukan pembeli yang tidak asal bicara.