Uang Persekot Belum Sampai ke Italia, Penjualan AC Milan ke Investor China Kembali 'Ngaret'

Jumat, 17 Maret 2017 02:53 WIB
Editor:
© Alvaro Padilla Bengoa/Anadolu Agency/Getty Images
Silvio Berlusconi. Copyright: © Alvaro Padilla Bengoa/Anadolu Agency/Getty Images
Silvio Berlusconi.

Sino-Europe Sport, investor dari China yang berniat membeli mayoritas saham AC Milan, belum juga membayar deposit sebesar 100 juta euro (Rp1,43 triliun) seperti yang telah disepakati. Ini adalah kali kesekian mereka menunda-nunda pembayaran.

Rezim Berlusconi berikan banyak gelar bagi AC Milan. Sayang, dalam waktu dekat tampuk kepemimpinan akan diberikan kepada investor China.

Sebelumnya, Sino-Europe Sport juga gagal menyiapkan deposit atau uang panjar yang sedianya dibayarkan tanggal 3 Maret. Milan memilih untuk bersabar dan memperpanjang deadline lagi.

Padahal sejumlah media di China menyebut jika uang yang jumlahnya tidak sedikit itu dijadwalkan bakal sampai ke Italia hari Kamis (16/03/17). Tapi berdasarkan keterangan dari Gazzetta dello Sport, uang tersebut masih belum meninggalkan Negeri Tirai Bambu.

Kendati demikian, Rossoneri nampaknya masih menunjukkan kesabarannya. Dilansir dari laman Calciomercato, Milan kembali memberikan waktu hingga hari Senin pekan depan.

Ketidakjelasan mengenai kapan Milan resmi diambil alih oleh konsorsium China menciptakan sejumlah persoalan. Il Diavolo Rosso tidak bisa menyelesaikan sejumlah negosiasi, termasuk perpanjangan kontrak Gianluigi Donnarumma.