Maraknya pemutusan kontrak pemain di kompetisi Gojek Traveloka Liga 1 membuat banyak pencinta sepakbola bingung. Pasalnya, pemutusan hubungan kerja (PHK) tersebut dilakukan saat kompetisi berjalan dan bukan di masa bursa transfer.
CEO PT Liga Indonesia Baru (LIB), Risha Adi Widjaya turut mengomentari terkait banyaknya klub yang memutus kontrak kepada para pemainnya. Padahal, kompetisi baru bergulir selama satu bulan.
Menurut Risha, hal itu tidak melanggar regulasi kompetisi. Sebab, kebijakan tersebut merupakan hak setiap klub.
"Kalau dari kacamata saya, setiap klub itu pasti punya target masing-masing kepada timnya. Jadi apapun pergantian itu, ada hak dan kewajiban yang pasti dipenuhi. Tidak bisa serta-merta dilakukan pelepasan seperti itu saja," kata Risha kepada wartawan, Rabu (03/05/17).
Helder Lobato harus menerima pemecatan dari Borneo FC."Jadi itu bukan suatu fenomena kalau menurut saya, karena masing-masing klub mempunyai target masing-masing yang harus dipenuhi. Kemungkinan karena tidak terpenuhi, maka digantilah seorang pelatih atau pemain," tambah Risha.
Seperti diketahui, beberapa klub Liga 1 dan 2 memutuskan untuk memberhentikan pemainnya di awal musim kompetisi.
Borneo FC melakukan pemutusan kontrak terhadap pemain asingnya, Helder Lobato. Serupa dengan Borneo FC, PS TNI juga mendepak duo Guinea, Leo Camara dan Aboubacar Sylla pasca diberhentikannya pelatih Laurent Hatton.
Meski beda kasta, Persebaya Surabaya turut melakukan hal yang serupa. Bajul Ijo resmi mengakhiri kontrak Rachmat Affandi setelah yang bersangkutan mengalami cedera parah.